Diposting oleh : Puji     Tanggal : 15 Agustus 2017 01:45     Dibaca: 248 Pembaca

Rumah Tempat Pemalsuan Spare Part Sepeda Motor, Di Grebek Petugas

Tampak barang bukti beserta para tersangka diamankan petugas

Palembang, Detik Sumsel --  Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang Senin (14/8/2017) sore menggerebek sebuah rumah di Jalan Letjen Harun Sohar, Lorong Sejahtera, Nomor 2606, RT 45 RW 10, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, Palembang yang dijadikan tempat pemalsuan Spareparts atau suku cadang sepeda motor berbagai merk.

Dari pengerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti ribuan spare part berbagai macam merk yang asli tapi palsu (Aspal) seperti pack rem, rantai kleep, lampu sen, stang motor, knalpot, berbagai merek mulai dari Honda, Yamaha, dan Suzuki yang dipalsukan.

Tidak hanya spare part petugas jga menemukan peralatan untuk mencetak kemasan spare part motor tersebut. Kemasan spare part merek Honda, Yamaha, Suzuki, serta plastik pengemasan, dan besi yang digunakan untuk membuat spare part tersebut.

Selain mengamankan barang bukti petugas juga mengamankan lima orang tersangka. Yakni, pemilik home industri tersebut, Frangky (50), dan empat orang yang pekerja, Amin (33), Eman (35), Baldi (30), dan Jepri (25).

Diketahui rumah tempat yang dijadikan pemalsuan spare part ini cukup besar dan memiliki dua lantai bahkan didalam rumah, setiap ruangan dipenuhi spare part motor berbagai macam merek. mulai dari pack rem, lampu motor, knalpot, rantai kleep, gear box, tutup mesin, dan lainnya. Tak ada tempat lagi untuk barang lainnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, mengatakan, penggerebekan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran dan penjualan spare part motor palsu.

"Dari sana kita langsung melakukan penyelidikan dan saat telah dimatangkan dan lokasi tempat pembuatan spare part palsu sudah diketahui langsung kita lakukan penggerebekan,"katanya

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni mengirimkan spare part yang bukan asli dari pabrikan resmi ini ke bengkel - bengkel yang ada di Palembang untuk dijual kembali.

"Mereka melakukan pembuatan dan pencetakan spare part di tempat ini lah,"jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan pengakuan dari salah satu tersangka mereka menjalankan bisnis tersebut baru satu tahun belakangan memproduksi sparepart yang bukan asli dari pabrikan ini.

"Satu dari lima pelaku yang diamankan merupakan pemilik tempat dan empat orang pekerjanya,"tambahnya.

Untuk keterlibatan oknum sales dealer resmi saat pihak terus melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk meminta keterangan dari lima orang yang berhasil diamankan.

"Jelas ini sangat merugikan masyarakat untuk itu kami akan koordinasi dengan pihak dealer kendaraan guna melakukan penyelidikan apakah produk ini sudah dipasarkan keluar Palembang maupun luar Sumatera Selatan," ujar dia.

Sementara itu, pemilik home industri, Frangky, mengaku rumah tersebut dikontrak setahun belakangan, dan dijadikan tempat penampungan sparepart motor tersebut.

"Cetak (sparepart motor) di Jakarta semua, disini cuma penampungan saja,"akunya.

Dijelaskannya, untuk pemasaran spare part tersebut dirinya memiliki dua orang Sales yang bertugas memasarkan di area Palembang dan sekitarnya.

"Biasanya pemesan memesan lewat telepon, Sparepart ini tidak saya pasarkan ke luar Palembang,"jelasnya.

Masih dikatakannyan, dari bisnis pemalsuan spare part tersebut dia mendapatkan keuntungan tiga puluh juta perbulan nya.Di tempat sama, Osmar (63), warga sekitar mengatakan, orang - orang yang berada di rumah tersebut sudah sekitar tiga tahun mengontrak rumah tersebut.

"Mereka juga tidak bergaul dengan warga disini. Jadi kita tidak tahu ada aktifitas. Selain itu rumah tersebut dijaga tujuh ekor anjing," ungkap dia.

Dikatakan Osmar, setiap minggunya ada mobil truk masuk ke dalam rumah tersebut. "Tidak tahu mobil truk masuk untuk apa. Tapi setelah ada penggerebekan ini mungkin untuk memasok barang atau mengantarkan barang itu," tuturnya.(oj1)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi