Selamat Hari Pers Nasional 2018
Sukseskan 48 Pilkades Serentak di Kabupaten Banyuasin menggunakan e-Voting
Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 05 April 2017 17:28     Dibaca: 561 Pembaca

21 SMK Terkendala Koneksi, Kadisdik Salahi Vendor Internet

Simulasi UNBK SMK beberapa waktu lalu.

Palembang, Detik Sumsel- Sebanyak 21 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus tertunda selama 2 jam pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 pada hari ketiga (5/4).

Berdasarkan data yang diperoleh kendala matinya jaringan internet terjadi pada 21 SMK yang berasal dari 7 Kabupaten/kota yang ada di Sumsel. Sejumlah sekolah tersebut menyebar dibeberapa lokasi seperti di Kabupaten Ogan Kemering Ulu Timur (OKUT) ada delapan sekolah yakni SMK Takwa Belitang, SMK Saverius Belitang, SMK PGRI 1 Belitang, SMK Muhammadiyah Belitang, SMK Negeri 1 Buay Madang, SMK Yis Martapura dan SMK Istiqlal Sidomulyo, untuk Kabupaten Ogan  Kemering Ulu (OKU) ada lima SMK yakni SMK Negeri 1 OKU, SMK Negeri 2 OKU, SMK Sentosa, SMK Kader Pembangunan dan SMK Tri Sakti, untuk Kabupaten Lubuklinggau ada tiga SMK yakni SMK Negeri 2 Lubuklinggau, SMK Muhammadiyah dan SMK Budi Utomo, Kabupaten Pali hanya ada satu SMK yakni SMK YPIP Pali, Kabupaten Muratara ada satu sekolah yakni SMK Negeri 1 Muratara, Kabupaten Muara Enim ada dua sekolah yakni SMK Cendekia Unggul dan SMK PGRI Muara Enim dan Kota Palembang ada satu sekolah yakni SMK Mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs Widodo MPd mengatakan, matinya jaringan internet yang terjadi pada 21 SMK dari 7 Kabupaten/kota tersebut terjadi sejak pagi menjelang pelaksanaan UNBK sesi pertama. "Akibat kejadian ini UNBK di 21 SMK harus tertunda selama 2 jam. Hal ini juga berdampak pada siswa di sesi kedua dan ketiga," ujarnya, Rabu (5/04).

Widodo menyayangkan adanya kejadian yang dinilai tidak perlu terjadi  tersebut. Peristiwa ini dinilainya membuat sia-sia semua persiapan yang telah dilakukan oleh semua pihak menjelang pelaksanaan UNBK sebelumnya. "Apalagi jika internet mati tersebut di kota besar dan hebat. Kan lucu bisa terjadi," sesalnya.

Tak hanya itu, Widodo juga menyesalkan karena pihak penyedia jaringan (pendor) tidak menepati janji dan komitemnanya. Dengan kondisi sekolah yang tidak siap mengantisipasi dari awal membuat pihak sekolah, siswa terganggu, merasa panik dan merugikan siswa baik secara emosional maupun mentalnya.

"Saya harap ini jadi pelajaran bagi ,pendor, kasek agar melakukan persiapan dengan baik. Terutama bagi pihak penyedia jaringan agar komitmen sebelumnya tidak menjadi cerita tidak baik bagi mereka kerena tidak peduli dan terkesan hanya memperdulikan di kota besar saja," tukasnya. (tet)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi