Detik Sumsel Goes to Campus
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Dodi Chandra     Tanggal : 27 November 2017 16:06     Dibaca: 682 Pembaca

453 Hektar Sawah Warga Diserang Hama Wereng Batang Coklat

SEMPROT HAMA: Sejumlah Petani di Tugumulyo melakukan penyemprotan guna mengendalikan hama penggangu tanaman jenis wereng batang coklat, Senin (27/11/2017). ( Foto: Dodi, DetikSumsel.com)

Musi Rawas, Detik Sumsel - Sawah seluas 453 hektar milik petani di Kabupaten Musi Rawas diserang organisme penganggu tanaman jenis wereng batang coklat. Serangan hama ini tersebar di 15 desa dalam tujuh kecamatan. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas (Mura) melalui Unit Pelindungan Tamanan (Perlintan) mengkategorikan serangan hama sejak Januari ini itu masih termasuk serangan ringan. 

"Sebab bisa kami kendalikan dan sawah yang terserang hama ini tidak sampai terjadi gagal panen," ujar Kepala UPT Perlintan Mura, Pendi Afandi, Senin (27/11/2017). 

Pengendalian hama ini tidak terlepas dari kesigapan petani itu sendiri yang cepat untuk melaporkan setiap serangan hama sejak dini. Sehingga petugas pengendalian hama cepat tanggap untuk mengatasi persoalan yang ada. "Peran petani dalam melaporkan kepada pihak kami sangat menentukan keberhasilan pengendalian terhadap serangan hama," tukas Pendi.            

Meski demikian, serangan hama wereng batang coklat ini masih hama penggangu tanaman nomor dua di Musi Rawas. Serangan hama paling banyak didominasi oleh serangan hama tikus dan juga yang paling banyak dikendalikan, yakni 2.347,75 hektar lahan persawahan.

Tercatat di 20 desa dari delapan kecamatan di Mura dalam kategori ringan dan sedang. Sementara untuk Kepinding Tanah di empat desa dalam Kecamatan Tugumulyo dengan luasan 154 hektar. Sedangkan untuk Wereng Hijau terjadi di Desa Sumberjaya dengan luasan 6,25 hektar, Walang Sangit di Kalibening 26 hektar dan Blast atau Kresek di Desa Sukamaju dengan luasan 25 hektar. 

Untuk mengendalikan serangan hama penggangu tanaman, pihak perlintan dilengkapi 'amunisi' yakni berupa insektisida, fungisida dan rodentisida serta obat-obatan lainnya.   

Hingga November ini, Perlintan sudah menghabiskan insektisida Non BPMC sebanyak 520 liter, insektisida BPMC (Tamabas) 130 liter, insektisida BPMC (Sidabas) 65 liter. Sementara untuk insektisida Aplaud menghabiskan 230 Kg. Untuk fungsida telah menghabiskan 10,5 liter. Sedangkan untuk pengendalian hama tikus telah menghabiskan rodentisida kresnakum 200 Kg, belerang 380 Kg dan phospit 5,5 kg. 

"Stok obat dan racun untuk pengendalian hama di gudang saat ini sudah mulai menipis. Akhir tahun ini, diharapkan petani melakukan upaya pencegahan serangan hama. Kita menunggu pengisian stock untuk tahun depan," pungkas Pendi.(waw)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi