Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 11 Oktober 2017 13:09     Dibaca: 155 Pembaca

Ada Temuan BPK, 157 Guru Palembang Didesak Kembalikan Pencairan TPG

Ilustrasi

Palembang, Detik Sumsel- Guru seharusnya menjadi contoh yang baik bagi murid untuk berlaku jujur, tapi tidak demikian bagi beberapa guru di Palembang, yang dinilai tidak berlaku jujur. Pasalnya, tercatat ada sebanyak 157 guru SD-SMA/SMK sederajat yang diminta mengembalikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) karena sudah mengajukan cuti tetapi tetap menerima pencairan TPG, dimana kelebihan TPG ini bertotal Rp 800 juta.

Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang berharap kepada guru yang menerima kelebihan pembayaran TPG, agar segera mengembalikan kembali ke kas negara. Apabila guru tersebut tidak mengembalikan, Konsekuensi akan berhadapan dengan hukum atau pihak berwajib.

Kadisdik kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan dalam pertemuan kali ini, pihaknya sengaja memanggil beberapa guru dari SD hingga SMA sederajat yang masuk dalam laporan pusat. Hal ini berdasarkan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan Negera (BPK) kota Palembang, akan kelebihan pembayaran TPG. "Dari laporan kelebihan TPG tahun 2016 lalu tersebut didapatlah puluhan nama guru, yakni SD ada 81 orang, SMP ada 40 orang, SMA ada 21 orang dan SMK 15 orang," katanya.

Masalah TPG ini mengacu diperaturan no 74 tahun 2008. Bahwa kerja mereka harus 24 jam. Jadi mereka yang cuti haji, cuti, cuti hamil, cuti melahirkan dan cuti besar lainnya. Karena mereka tidak mengajar 24 jam di sekolah. "Tentu tunjangan seperti TPG ini dipotong atau tidak dibayar. Jika yang jelas ini bukan kerjaan Disdik, tapi ini sudah masuk pemeriksaan di tugas BPK, jadi mereka yanh menerima kelebihan wajib mengembalikan," jelasnya.

Pada hari Rabu (11/10) pihaknya sengaja mengumpulkan guru dari SD, SMP, SMA/SMK ke aula Disdik kota Palembang, untuk memberikan arahan masalah TPG 2016 lalu. Oley sebab itu, kita meminta jika mereka dapat TPG secara sukarela  agar secepatnya mengembalikan. "Pembayaran bukan ke Disdik kota, melainkan ke Bank Daerah tersebut. Setelah mereka mengembalikan dana itu, yang pasti mereka harua melaporkan ke Disdik sambil membawa surat sub copy pembayaran," bebernya.

Perlu diingat, TPG ini bukan kelebihan membayarkan, melainkan TPG ini tidak boleh dibayarkan kepada guru yang mengambil cuti. "Sebab ini hasil penemuan tim BPK kota Palembang dan ternyata setelah di cek. Kita membayarkan TPG yang tidak berhak, dari sana didapatlah ada Rp 800 juta akan temuan BPK," pungkasnya. (tet)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi