Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : DP     Tanggal : 10 Agustus 2018 06:57     Dibaca: 133 Pembaca

Adu Kuat Cawapres Ma'ruf Amin-Sandiaga Uno

Istimewa

Detik Sumsel - Penentuan bakal cawapres yang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 berlangsung penuh drama.

Kejutan muncul di kubu Jokowi. Mahfud MD yang awalnya disebut-sebut akan jadi bakal calon RI-2 justru namanya tak diumumkan dalam deklarasi. Koalisi Indonesia Kerja memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo.

Publik pun kaget, apalagi Mahfud MD yang sebelumnya mengatakan, adalah panggilan sejarah yang membuatnya terpilih menjadi pendamping Jokowi. 

Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku tak sakit hati.

"Saya tidak kecewa tetapi memang kaget, tetapi sekarang sudah selesai kagetnya dan saya katakan Pak Jokowi enggak usah merasa bersalah atau apa," kata Mahfud di MMD Institut, Jalan Kramat VI Nomor 18, Jakarta Pusat, Kamis (09/08).

Sementara itu di kubu Prabowo. Meski Sandiaga Uno sudah santer disebut sebagai bakal cawapres Prabowo sejak Rabu malam, salah satunya lewat cuitan kontroversial Wasekjen Demokrat Andi Arief, namun nama Wagub DKI Jakarta itu tak kunjung dideklarasikan.

Pembicaraan berlangsung alot. Pada Kamis malam, PAN menyebut, pasangan Prabowo-Sandiaga belum disepakati koalisi dan menyodorkan dua nama, Zulkifli Hasan dan Ustaz Abdul Somad (UAS). PKS bahkan sempat melontarkan isu poros ketiga.

Jelang tengah malam, kesepakatan akhirnya dicapai. Gerindra, PKS, dan PAN mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga, tanpa 'restu' Demokrat. 

Kubu Susilo Bambang Yudhoyono menarik diri dari koalisi, meski sebelum deklarasi, Prabowo sempat mendatangi kediaman SBY di Mega Kuningan untuk memberikan penjelasan.

Lantas, ke mana partai berlambang mercy itu akan melabuhkan dukungannya? Menurut Andi Arief, sikap Demokrat akan diputuskan pada Jumat (10/08).

Pada akhirnya, hanya ada dua pasangan calon yang akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga. Wacana poros ketiga nyaris mustahil diwujudkan.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin didukung sembilan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja, yakni PDIP, Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PPP, PSI, Perindo, dan PKPI.

Dalam pengumuman yang dilakukan di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis petang pukul 18.20 WIB, Jokowi membeberkan alasannya memilih ulama berusia 75 tahun itu. 

Menurutnya, Ma'ruf Amin dipilih karena dinilai sebagai sosok tokoh agama yang bijaksana. Sang ulama juga memiliki pengalaman mumpuni dalam dunia politik sebab pernah menjadi anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, dan Watimpres. Dia juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU serta menduduki posisi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Dalam kaitannya dengan kebinekaan, profesor Ma'ruf Amin juga menjabat sebagai Dewan pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, antara dia dan Ma'ruf Amin ini saling melengkapi karena mewakili golongan nasionalis dan religius.

Sementara, Prabowo juga punya alasan menjatuhkan pilihan pada sosok muda yang berlatar belakang bisnis.

Prabowo mengatakan, Sandi merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada.

"Beliau juga berkorban dan mengundurkan diri dari jabatan wagub yang susah payah direbut. Demi mengabdi kepada bangsa dan negara," kata dia.

Prabowo juga mengatakan, dia meminta Sandiaga Uno keluar dari keanggotaan Partai Gerindra. "Beliau mundur dari Gerindra untuk bisa diterima sebagai calon independen," kata mantan Danjen Kopassus itu.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono sebelum deklarasi mengatakan, Prabowo-Sandiaga merupakan pasangan yang serasi. Sebab, Prabowo mewakili Jawa, sedangkan Sandiaga luar Jawa, yakni Riau.

"Sandi pasangan yang paling diinginkan oleh masyarakat Indonesia," ucap Arief. 

Bagi Jokowi dan Prabowo, Pilpres 2019 adalah rematch alias pertarungan ulang. Keduanya pernah bersaing dalam Pilpres 2014 dengan pasangan masing-masing, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta Rajasa. (Net)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi