Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 13 Maret 2018 09:16     Dibaca: 217 Pembaca

Ajak Jemaat Tidak Mudah Terprovokasi

Para jemaat Kapel melaksanakan kegiatan Misa pasca pengrusakan

Lipsus, Detik Sumsel- Pasca terjadinya pengrusakan Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI), aktifitas di rumah ibadah tersebut kembali berjalan seperti biasa dan mendapat pengamanan dari aparat Kepolisian setempat. Pantauan Detik Sumsel Minggu (11/3) lalu, para jemaat Kapel melaksanakan kegiatan Misa bersama yang juga turu dihadiri Wakapolres OI Kompol Jonton Silaban SH SIK Romo Marino Pastur Santo Zakaria, Romo Sugino Pastur, Romo Wasmino Pastur, Jemaat Hati Kudus Yesus Indralaya, Jemaat Kapel Pouk Houkumene Cintamanis,  Paroki Santamaria Ratu Rosari Seberang Ulu, Perwakilan PMKRI Palembang, Tokoh Agama Nasrani dan Jemaat kurang lebih 120 Orang.

Romo Marino selaku Pastur menyampaikan dalam kebaktian kita harus bersukur atas besar nya kasi alah yang membuat kita kuat dalam situasi apapun."Mari kita sadari kejadian yang terjadi hanyalah alah yang menghendaki, semoga alah mengampuni dosa kita,"katanya di depan para jemaat.

Ia menambahkan pasca kejadian tersebut sampai dengan saat ini situasi di Desa Mekar Sari dalam keadaan kondusif dan warga tidak terpengaruh dengan kejadian pengerusakan tersebut."Iya warga di desa mekar sari tidak terprovokasi dengan kejadian ini dan masyarakat juga tetap menjaga dalam kerukunan beragama,"jelasnya.

Selain itu waka polres OI Kompol Janton Silaban, S.H,. S.Ik mengatakan bahwa kehadirannya untuk ikut ibadah di kapel ini dan dari kejadian ini kita bisa mengambil hikmah nya dan kita jadikan pelajaran.

"Jangan takut akan kejadian tersebut tetap jalin kebersamaan antar umat beragama dan semangat, atas kejadian tersebut toga, tomas, todat maupun masyarakat juga dapat ikut berperan dalam mengungkap kasus ini dalam memberikan keterangan,"terangnya.

Romo Sugiono selaku Pastur mengatakan bahwa mari kita tetap menjaga situasi supaya tetap aman, mari kita semakin menjaga kerukunan dengan semua elemen masyarakat yang ada," mari kita jalin rasa kekeluargaan dengan harmonis dan saling menghormati satu sama lain,"katanya.

Baca Juga: Zero Konflik di Sumsel Ternoda Jelang Asian Games http://www.detiksumsel.com/zero-konflik-di-sumsel-ternoda-jelang-asian-games

Pengurus Kapel Santo Zakaria Erinius Sutri mengatakan bahwa dirinya dan warga Katolik Desa Mekarsari berterima kasih atas dukungan dan perlindungan baik dari Para Pemuda, permasalahan ini. "Saya berharap pelaku perusakan kapela geraja ini agar bisa segera di tangkap dan bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya,"singkatnya.

Dikatakan, bahwa kapela Kapel Santo ini dibangun pada tahun 2002 atas swadaya masyarakat di desa ini dan di lakukan rehab pada tahun 2017 dan diresmikannya bulan kemarin.

Sementara, Haryono warga Dusun II Desa Mekarsari Kecamatan Rantau Alai setelah mendengarkan himbauan dari pihak kepolisian, todat, toga, dan tomas, selaku pemuda Desa Mekarsari dirinya menerangkan bahwa situasi di Desa Mekarsari untuk saat ini dalam keadaan aman kondusif.

Baca Juga: Bukan Terorisme Agama http://www.detiksumsel.com/bukan-terorisme-agama

"Keadaan di desa mekar sari aman dan kondusif pasca perusakan kapela ini dan tidak mudah terpengaruh atas kejadian pengerusakan kapela ini dan malah kami tetap menjaga kerukunan dalam beragama,"terangnya.

Selain ini itu menurut Rohmat warga setempat mengatakan bahwa saat ini Kapel Santo Zakariyah sudah bisa digunakan jemaat untuk acara kebaktian rahmat juga menyampaikan pasca terjadinya penyerangan situasi saat ini sudah kondusif. "Iya alhamdulilah Kapel Santo Zakariah saat ini sudah bisa dipergunakan untuk acara bakti pasca perusakan ini dan keadaan susana di desa ini aman dan kondusif selain itu semua lapisan masyarakat disini tidak terprovokasi pasca perusakan kapela ini," tutupnya.

Tetap Tenang, Jangan Mudah Terpancing

Pendeta Gereja Baptis Indonesia, Pdt Imanuel Rajiono STh MA mengingatkan kepada seluruh umat beragama yang ada di Sumsel tetap tenang pasca kejadian pengrusakan Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Kamis (8/3) dini hari lalu.

“Saat ini sedang sibuk Pilkada, kita jaga kerukunan antar umat beragama. Jangan mudah terpancing, mari kita jaga persatuan dan kesatuan jangan sampai dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat Sumsel fokus untuk memberikan dukungan kepada aparat kepolisian supaya bisa mengusut tuntas pelaku pengrusakan tersebut. “Serahkan kepada pihak aparat kepolisian, biarkan yang berwenang mengusut tuntas pelaku,” cetusnya.

 Ia berharap, Sumsel harus tetap kondusif dan konsisten dalam menjaga dan meminimalisir konflik. “Kita harus selalu damai, ini ulah pelaku yang tidak bertanggung jawab jangan sampai karena ulah oleh oknum tertentu persatuan dan kesatuan kita rusak, harus kita jaga selalu untuk kebaikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Tim)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi