Diposting oleh : AMS     Tanggal : 07 Agustus 2017 18:24     Dibaca: 524 Pembaca

Ancaman Karhutla Jelang Asian Games, Gubernur Mulai Ketar-Ketir

Kebakaran Hutan dan Lahan Mulai Mengancam Jelang Asian Games 2018 (Disign: Ram/DetikSumsel.Com)

HAMPIR sebagian daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki musim kering, momen ini dimanfaatkan juga oleh sebagian warga yang membuka lahan dengan cara membakar yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, terpantau data yang diperoleh LAPAN dan Tim Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel terdapat sebanyak 19 titik api atau hot spot yang tersebar di wilayah Sumsel.

Diantara sebaran hot spot tersebut yang paling mendominasi yakni di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yakni terdapat 11 hot spot, bahkan sejak Sabtu (5/8) menimbulkan asap pekat yang berada di Jalintim Palembang-Indralaya, tepatnya di tikungan obor Pertamina, Kecamatan Pemulutan hingga dekat jembatan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan, Ogan Ilir dan hingga Senin (7/8) tim penanganan Karhutlah masih berjibaku memadamkan api.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat dijumpai Detik Sumsel mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Kepala Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota untuk serius menangani karhutla. "Jangan main-main dengan masalah karhutla, kebakaran bukan hal main-main. Saya minta Bupati dan Wali Kota stand by di daerah masing-masing," katanya, Senin (7/8).

Ditanyai terkait jelang perhelatan Asian Games karhutla masih mengancam, Alex mengatakan solusinya hanya serius mencegah karhutla dan memadamkan api. "Kalau ada api ya padamkan, hanya itu solusinya. Saya sangat tahu kalau sebentar lagi jelang Asian Games, oleh sebab itu memadamkan api ini harus ekstra dengan melibatkan banyak pihak," katanya lagi.

Alex menegaskan, dirinya meminta Bupati dan Wali Kota turut serta ke lapangan untuk memantau dan mengawasi jangan sampai ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar."Perintahkan Camat dan Kades tidak boleh meninggalkan tempat, kalau tidak ada kegiatan penting lebih baik turun ke lapangan untuk meminimalisir karhutla," tuturnya. 

Sementara itu, Bupati OI Ilyas Panji Alam mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim dan melibatkan aparat Kepolisian dan TNI untuk meminimalisir karhutla. "Ya, di OI ini memang masih sangat rentan karhutla. Akan terus kami sisir lokasi-lokasi yang rentan terjadi karhutla," kata Bupati yang baru dilantik menjadi Bupati OI definitif sisa jabatan 2016-2021.

Dikatakan Ilyas, pihaknya belum bisa memastikan apakah terjadinya karhutla tersebut disebabkan oleh warga yang membuka lahan. "Kami bersama Kepolisian dan TNI masih menelusuri, kalau ada yang terbutki membakar lahan dengan sengaja tentu nantinya akan ditindak tegas," katanya.(fir/tet)

Khawatir ISPA, Warga Mulai Resah

 

 

BENCANA karhutla yang terjadi di sebagian wilayah di Sumsel membuat warga mulai resah, pasalnya asap dari karhutla tersebut mengancam kesehatan warga setempat. Penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) dampak dari kabut asap menghantui kesehatan warga. 

"Kalau kabut asap masih tebal dan kebakaran lahan ini sulit dipadamkan kami akan mengungsi saja kerumah keluarga. Kami takut pak nanti kesehatan anak terganggu karena kabut asap ini," ungkap Supriati warga Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. 

Menurutnya, tidak hanya mengancam kesehatan saja dampak karhutla ini juga mengancam hasil pertanian mereka. "Ya, kalau api terus berkobar kami khawatir perkebunan kami di sawah akan rusak dan mati, kami berharap Pemerintah bisa serius menangani karhutla ini," harapnya.

Senada dikatakan Piter Rozak warga Kecamatan Pemulutan OI ini juga menuturkan bahaya karhutla bisa mengancam keselamatan umat banyak, betapa tidak asap dampak dari karhutla tersebut bisa menjadi penyakit yang dampaknya bisa mematikan. "Seharusnya Pemerintah itu cepat tanggap, jangan setelah ada api baru mau bergerak," cetusnya.

Dikatakan, program yang selama ini dilakukan Pemerintah untuk mencegah karhutlah lebih banyak kegiatan seremonial belaka tanpa ada tindakan tegas. "Bentuk tim saja tapi kalau tidak ada manfaat percuma saja, kalau mau mencegah karhutla lebih baik dari lama sudah dilakukan," tukasnya. (tet)

Daerah Rawan Karhutla Mulai Siaga

UNTUK mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan Pemerintah Kota Prabumulih dibantu dengan TNI dan Polres Prabumulih membentuk tim satgas "Desa Peduli Api" yang tersebar di 37 kelurahan dan desa se Kota Prabumulih. Masing-masing tim berjumlah 10 orang. Terdiri dari Bhabinkamtibmas (Polri), Babhinsa (TNI), pegawai kelurahan dan kecamatan serta warga setempat.

Kepala Sat Pol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Ibrahim Cik Ading melalui Kasi Sarana dan Prasarana, Tauhid SE saat dikonfirmasi mengatakan kebakaran lahan dan hutan tahun lalu cukup sering terjadi. Dimana dari 33 kejadian kebakaran yang terjadi sepanjang tahun, sekitar 40 persen diantaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan. "Namun kebakaran cepat teratasi dengan adanya tim satgas di seluruh kelurahan dan desa. Begitu ada bencana kebakaran lahan tim satgas langsung cepat bertindak," ujar Tauhid.

Tauhid menjelaskan, meskipun tahun lalu cukup sering terjadi kebakaran lahan namun untuk titik hotspot api di Kota Prabumulih masih nihil. Namun, pihaknya mewaspadai hot spot yang terjadi 2 tahun yang lalu berada di wilayah Kecamatan RKT dan Cambai.

"Tahun ini dan tahun lalu belum ada titik api. Tapi kalau dua tahun yang lalu (2015) ada di Kecamatan RKT dan Cambai. Di dua titik itu terus kami pantau kondisinya. Karena di kedua wilayaj tersebut banyak petani yang membuka lahan baru dengan cara membakar lahan. Untuk itu kita terus sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Alhamdulillah himbauan ini dipatuhi oleh masyarakat dengan tidak adanya kasus kebakaran lahan seperti sebelumnya," terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Lukman Panggar Besi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui lokasi titik hotspot yang berada di Kabupaten Empat Lawang. "Kalau data dari BMKG Provinsi didapat dari satelit, kita belum mengetahui lokasinya, sebab kita belum menerima dari tiap Kecamatan di Empat Lawang," ujar Lukman, Senin (7/08).

Mengenai langkah antisipasi, tambahnya, pihaknya sudah siap dengan petugas berikut mobil pemadam kebakaran. "Kalau sewaktu-waktu ada kebakaran, kita sudah siap mobil pemadam kebakaran berikut dengan petugasnya," tuturnya.

Untuk lokasi titik rawan karhutla, dirinya tidak bisa memastikan sebab Empat Lawang bukan lahan gambut tetapi lahan kering. "Kalau seperti di Ogan Ilir sudah tahu lokasi lahan gambut jadi itulah titik yang rawan, sedangkan di Empat Lawang lahan kering, paling kalau ada warga yang membuka lahan dengan dibakar itu yang perlu diantisipasi," katanya.

Meskipun demikian, Lukman tetap menghimbau kepada masyarakat Empat Lawang untuk tidak membuka lahan dengan dibakar. "Kami sampaikan kepada masyarakat, musim panas, jangan membuka lahan dengan dibakar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba Haryadi Karim, mengatakan terdapat tiga titik api di Kecamatan Sungai Keruh, satu di Babat Supat, satu di Kecamatan Keluang dan satu di kecamatan Batang Hari Leko. “Memang benar ada enam titik api pada hari ini, dan terdeteksi oleh satelit,” katanya saat dihubungi.

Dijelaskan Haryadi, pihaknya teleh menurunkan tim untuk memadamkan api disejumlah titik tersebut. Diantaranya dari BPD Muba, TNI, Polri dan Manggala Agni, yang tersebar di empat kecamatan tersebut. “Berdasarkan laporan, kebakaran lahan yaitu terdiri dari ranting kering dan gambut tipis yang diduga sengaja dibakar,” bebernya.

Ditambahkannya, saat ini pihak Kepolisian sedang melakukan penyelidikan siapa pemilik lahan yang terbakar. Sehingga jika terbukti akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Sudah ditangani langsung oleh pihak Kepolisian, dan kita tinggal menunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.(Ichal/Cha/Edy/Tet)

Kapolda: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Lahan

 

 

KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan akan menindak tegas setiap pelaku yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar. Hal ini diungkapkan nya disela - sela melihat lahan gambut yang terbakar dua hari lalu di Jalan Palembang - Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel Senin (7/8).

"Untuk penegakan hukum dilahan gambut yang terbakar kita tinjau hari ini dimulai dengan penyelidikan dengan memeriksa saksi - saksi yang ada. Ternyata lahan yang terbakar ini pemiliknya atas nama Alur sudah saya perintahkan dan cari sampai dapat tidak ada alasan beli kebun kan pasti ada KTP nya, setelah ketemu periksa jika ada kelalaian ada pasalnya apalagi kesengajaan pasti proses hukum nya tetap berjalan,"jelasnya.

Saat ini, lanjut jendral bintang dua ini pihaknya masih memeriksa saksi - saksi dan barang bukti untuk mencari tahu keberadaan pemilik lahan kurang lebih jumlahnya 50 hektar.

"Alhamdullilah sekarang sudah padam, masih ada dua titik saat ini masih dalam proses pemadaman, baik melalui water boombing (udara) dan melalui jalur darat,"tambahnya.

Meski begitu mantan Kakorlantas Polri ini belum bisa menyimpulkan penyebab terbakarnya lahan gambut diwilayah Ogan Ilir yang terjadi dua hari ini disengaja atau tidak karena proses penyelidikan masih terus berjalan.

"Tidak mudah untuk menyimpulkan seseorang sebagai tersangka, nanti jika tidak terbukti seperti di Riau gagal semua,"pungkasnya. (Oj1/Tim)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi