Diposting oleh : Darfian Mahar jaya     Tanggal : 24 Agustus 2017 17:25     Dibaca: 161 Pembaca

Angkut Ikut Berkurban, Jual Murah Hewan Kurbannya Bagi Warga Miskin

Seorang penjual hewan kurban, Angkut (31) saat memberi pakan kambing kurban miliknya, Kamis (24/8/2017).

Palembang, Detik Sumsel - Setiap tahunnya, mendekati Hari Raya Idul Adha, peternak atau penjual hewan kurban menjamur hampir di sepanjang jalan di Kota Palembang. Meski tak jarang pondokan penjual hewan kurban menyebabkan bau yang kurang sedap, tetapi menjadi hal yang dimaklumi bagi para pengguna jalan.

Euforia Hari Raya Kurban pun setiap tahun dirasakan seorang pedagang hewan di kawasan Kecamatan Kalidoni, Angkut. Meski menjual hewan kurban untuk mendapatkan keuntungan tahunan, laki-laki berusia 31 tahun ini juga tak lupa menunaikan kewajibannya untuk bersedekah. 

Selain menjual hewan kurban, ayah tiga anak ini juga bersedia memberikan hewan kurban yang dijualnya dengan harga miring pada warga miskin, tetapi berkeinginan kuat untuk melakukan ibadah kurban.

"Hal yang membuat saya terkadang sedih, yaitu melihat masyarakat yang ingin berqurban namun tidak memiliki biaya," ungkapnya pada detiksumsel.com, Kamis (24/8/2017).

Lanjutnya, ia berkeinginan membantu yang memang tulus ingin berkurban dengan memberikan harga murah sesuai uang yang dimiliki warga.

"Saya ikhlas jika memang ada masyarakat yang ingin berkurban, tapi uangnya kurang bahkan tidak punya uang. Setidaknya akan saya berikan harga yang sangat murah bahkan saya gratiskan jika memang benar mereka tidak mampu, karena saya yakin jika saya tulus, Allah akan berikan saya rezeki yang lebih," tegasnya.

Hingga saat ini, Angkut telah menjual 15 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Untuk kambing, per ekor dijual berkisar Rp 2-4 juta sesuai dengan berat dan jenisnya (lokal atau kambing Lampung). Sedangkan, untuk sapi dijual dengan harga Rp 14-15 juta dengan berat 80-100 kilogram dengan jenis sapi Bali dan lokal.

Untuk perawatan sendiri, setiap hari Angkut memberi pakan hewan kurban miliknya secara rutin. Bahkan tak jarang hewan miliknya diberi obat agar selalu sehat dan sesuai dengan syarat hewan yang pantas menjadi kurban.

"Untuk makan, kambing dan sapi saya berikan makan tiga kali sehari, dan obat diberikan satu minggu sekali untuk setiap sapi dan kambing. Namun, kita disini semakin sulit dalam mencari makanannya (rumput) karena tidak sembarang rumput kita berikan," pungkasnya. (Wira)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi