Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 13 September 2017 19:45     Dibaca: 63 Pembaca

Angkut Mesin ATM, Faizar Divonis 4,5 Tahun

Faizar saat mendengarkan vonis.

Palembang,Detik Sumsel- Terdakwa Faizar (34) hanya bisa pasrah, saat ketua majelis hakim Berton SH MH membacakan mar putusan terhadapnya. Setelah dinyatakan secara menyakinkan bersalah atas perkara pembongkaran mesin ATM Bank Sumsel Babel, yang berisikan uang Rp 730 juta.

Terdakwa Faizar tinggal di Jalan KH Azhari, Lorong Taman Bacaan, RT 06/05, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Sebarang Ulu II, dinyatakan bersalah melanggar pasal 362 ayat 2 yakni pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara selama 4,5 tahun.

Vonis tersebut serupa dengan tuntutan yang dilayangkan JPU Romi Pasolini SH. Usai mendengarkan penamaan amar putusan, ketua majelis hakim Berton mempersilahkan terdakwa untuk mengajukan haknya menerima atau banding. "Menerima pak hakim" singkat terdakwa Faizar.

Dari fakta persidangan diketahui 
Terdakwa bersama saksi M Iqbal Yusuf alias Dedek, Bobi, Anton dan satu lagi pelaku, pada Sabtu 10 Juni 2017, pukul 04.00 WIB, di Jalan MP Mangkunegar, RT 01/01, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, di ATM Bank Sumsel Babel.

Yakni melakukan pembongkaran, pengrusakan, memanjat hingga pengangkutan mesin ATM Bank Sumsel Babel. Aksi kejahatan itu berawal dari terdakwa bersama komplotannya, pada Jumat 09 Juni 2017, sekitar pukul 20.00 WIB, berkumpul di rumah saksi Agus Mahyudin, di Jalan Anggrek, RT 03/07, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II.

Kemudian Boby mengajak terdakwa dan lainnya untuk melakukan bongkar ATM Bank Sumsel Babel di wilayah Kalidoni.Keempat komplotan yang sepakat, sekitar pukul 04.00 WIB, berangkat dengan mengendarai Grand Max BG 1830 NL warna silver milik saksi Ikbal alias Dedek. Mereka pun segera mendatangi lokasi, sesampainya disana terdakwa Faizar, Dedek, Bobi, dan Anton, lalu melakukan pembongkaran mesin ATM.

Setelah berhasil mengeluarkan mesin ATM lantas mereka angkut menuju kediaman saksi Iqbal Yusuf. Dengan menggunakan mesin las, mesin pun terbuka. Didalamnya terhadap uang tunai Rp 730.700.000, yang kemudian mereka bagi. Dengan terdakwa Faizar kebagian Rp 70 Juta. Hingga perkara nya naik ke meja hijau. (Vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi