Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Bara Revolusioner     Tanggal : 21 April 2018 12:11     Dibaca: 298 Pembaca

Antisipasi Peningkatan Angka Kematian, RS. Pelabuhan Adakan Seminar Kebidanan

Saat Kepala RS. Pelabuhan Palembang memberikan sambutan didepan para peserta Seminar Kebidanan.

Palembang, Detik Sumsel - Guna memberikan gambaran proses rujukan dalam konsep kegawat darutan para Masyarakat khususnya para Ibu Hamil, Rumah Sakit (RS) Pelabuhan Palembang yang Bekerja sama dengan Friso dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumsel mengadakan Seminar Kebidanan untuk para Bidan wilayah kota Palembang dan Banyuasin, serta Mahasiswi Kebidanan se-Kota Palembang. Seminar yang bertemakan proses rujukan dalam konsep kegawat darutatan Maternal dan Neonatal untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) generasi yang lebih baik dibuka langsung oleh Ketua IBI Sumsel Hj. Siti Aisyah. Hadir sebagai pemateri di acara Seminar yang dilaksanakan di Hotel The 101 Palembang ini, Dokter Poli Obstetri dan Ginekologi Rs. Pelabuhan Dr. Variantono Azwar, SpOG. KFER, dan dr. Sri Lestari SA, M.Kes. 

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian Kepala Rs. Pelabuhan Palembang Dr. M. Iwan Setiawan mengatakan, dalam rangka gedung baru yang masih dalam tahap pembangunan pihaknya ingin berfokus kepada pelayanan Ibu dan anak dengan adanya Micu, Picu, dan ruang Icu, dan ada ruangan khusus untuk Ibu dan Anak maka pihaknya melaksanakan acara seminar tersebut. "Gedung yang masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan berfokus kepada salah satunya layanan Kebidanan, dengan harapan RS. Pelabuhan Palembang ingin terus berkembang untuk terus bersinergi dengan kaula muda tenaga medis untuk saling membantu untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik," katanya Sabtu (21/4).

Dirinya juga menyayangkan terhadap adanya peningkatan angka kematian bagi Ibu dan Anak setiap tahunnya yang dipicu oleh faktor kurangnya pengetahuan tenaga medis, dan karena akses terhadap pelayanan kesehatan yang jauh. "Untuk itu kita buat sistem dimana pasien di daerah perairan yang aksesnya jauh bisa menghubungi RS melalui Via Telpon mulai dari fasilitas IGD kandungan dan semua pelayanan RSPP bisa dilakukan secara online. Jika memang perlu dilakukan tindakan maka pihak kami sudah menyediakan ruangan, dan ketika pasien sampai di RS kami sudah dapat fasilitas dalam hitungan 30 menit," bebernya.

Ditempat yang sama Hj. Siti Aisyah Ketua IBI Sumsel mengatakan, faktor utama pemicu banyaknya angka kematian yang meningkat disebabkan karena pendarahan, dan dari tenaga kesehatan yang masih ada yang belum patuh terhadap kode etik, padahal, lanjut dia, Bidan merupakan orang pertama sahabat perempuan untuk memberikan Motivasi dan nasihat untuk para ibu yang Hamil maupun pasca melahirkan. "Untuk itulah semua bergerak untuk melakukan pelatihan, dan bekerja sama dengan baik, untuk memberikan pelayanan yang optimal, mudah-mudahan dengan adanya seminar seperti ini kita mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan yang bermanfaat," harapnya.

Sementara itu, salah satu Dr. Variantono Azwar, SpOG. KFER saat menyampaikan materinya mengatakan, kasus gawat darurat Obstetri ada 4 yakni, kehamilan kurang dari 20 minggu, kehamilan lebih dari 20 minggu, persalinan, dan Nifas. "Kasus gawat darurat memerlukan pertolongan secepatnya. Untuk penilaian awal, periksa pandang, periksa fisik, nilai tanda vital, Penilaian klinik lengkap, Anamnesis, pem. Fisik umum, pem. Obstetri, dan pem. Panggul," jelasnya.(Bra)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi