Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 02 April 2018 18:04     Dibaca: 345 Pembaca

Anwar Usman, Ketua MK Terpilih Ini Mengawali Karir Sebagai Guru Honorer

Ketua MK, Dr Anwar Usman (berbatik dua dari kiri) wefie bersama Pemred Detik Sumsel, Abdul Malik Syafei usai sosialisasi konstitusi kepada wartawan seluruh Indonesia di Balai Diklat MK, Bogor, bulan lalu.

Jakarta, Detik Sumsel- Anwar Usman terpilih sebagai ketua Mahkamah Konstitusi ( MK) periode 2018-2020 melalui pemungutan suara oleh sembilan hakim konsitusi pada Senin (2/4/2018). Anwar terpilih menggantikan Arief Hidayat melalui proses pemungutan suara lantaran Rapat Permuwasyaratan Hakim (RPH) secara tertutup tak mencapai mufakat.

Dalam pemungutan suara, ia unggul lima suara dibandingkan hakim konstitusi Suhartoyo yang memperoleh empat suara. Sementara wakil ketua dijabat Aswanto. Diketahui, sebelum dipilih sebagai ketua MK, Anwar Usman merupakan wakil ketua di lembaga penjaga konstitusi tersebut.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban Ketua Mahkamah Konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," sumpah Anwar di gedung MK, Jakarta, Senin (2/4).

Hadir dalam momen yang sakral tersebut sejumlah pejabat negara seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto dan pejabat negara lainnya.

Lalu bagaimana karier Putra asli Bima, Nusa Tenggara Barat tersebut menjadi hakim konstitusi? Anwar yang merupakan Lulusan Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) dan mengawali karier sebagai guru honorer setelah merantau ke Jakarta di SD Kalibaru tahun 1975.

Selama menjadi guru, Anwar pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta. Dia lulus pada 1984. Sukses meraih gelar sarjana hukum, Anwar mencoba mengikuti tes calon hakim, sebagaimana dilansir kompas.com. Keberuntungan pun berpihak padanya ketika ia lulus dan diangkat menjadi calon hakim Pengadilan Negeri Bogor pada 1985. Kariernya pun dimulai sebagai hakim. Di Mahkamah Agung, jabatan yang pernah didudukinya antara lain menjadi Asisten Hakim Agung mulai dari 1997-2003, yang kemudian berlanjut dengan pengangkatannya menjadi Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung selama 2003-2006.

Pada 2005, dirinya diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian. Dia juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung periode 2006-2011. Anwar resmi menjadi hakim konstitusi setelah mengucapkan sumpah di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, pada 2011 lalu.

Dia diangkat menjadi hakim konstitusi melalui Keputusan Presiden No 18/P Tahun 2011 tertanggal 28 Maret 2011, menggantikan H M Arsyad Sanusi. Kala itu, Anwar merupakan hakim konstitusi ketujuh yang diusulkan Mahkamah Agung. Menurut urutan, Anwar adalah hakim konstitusi ke-18 di MK. Pada tahun 2015, Anwar kemudian terpilih sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2017 dan terpilih kembali menjadi Wakil Ketua MK periode 2016-2018. Kemudian pada Senin (2/4/2018), Anwar terpilih sebagai Ketua MK melalui rapat pleno hakim. (Net)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi