Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 25 November 2016 17:40     Dibaca: 186 Pembaca

Askolani : Guru Garda Terdepan Pencetak Generasi Bangsa

Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani Saat menerima aspirasi Anggota BPD Desa Tanjung Lago

BANYUASIN, Detiksumsel - Guru merupakan sosok yang menjadi garda terdepat dalam mencetak generasi bangsa. Karena jasa para gurulah bisa membuat orang-orang hebat dalam menimpin bangsa ini. Oleh karena itu dia mendorong Pemerintah untuk terus memperhatikan para guru baik dalam kesejahteraan maupun fasilitas pendukung lainnya.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani SH MH saat dimintai komentar terkait Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati 25 November hari ini.
Dijelaskan Askolani, guru memiliki peran penting dalam upaya bangsa ini mencetak generasi penerus bangsa,artinya tugas guru sangat mulia. "Keberadaan dan peran guru sangat penting, bisa dibayangkan apa jadinya bangsa ini kalau guru tidak ada,"katanya.
Untuk itu politisi PDIP ini mengajak semua komponen bangsa kiranya untuk menghargai dan menghormati peran-peran para guru tersebut. "Kita harap kedepan tidak ada lagi guru dilaporkan ke polisi karena persoalan marahi siswa, atau bentuk kekerasan lainnya,"katanya.
Dilanjutkan Askolani bahwa Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tanpa figur pendidik, mungkin bangsa besar seperti Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri yang sudah mendorong perkembangan tersebut.
Pencapaian Indonesia hingga saat ini jelasnya, tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia. Namun, demi melahirkan para "nation builders" Indonesia, hingga saat ini masih banyak guru-guru yang berjuang demi kesejahteraan diri maupun keluarga yang disokongnya. Apresiasi yang ditujukan kepada mereka juga dinilai masih rendah mengingat betapa penting dan berharganya peran seorang Guru atau Pengajar dalam kehidupan sosial bermasyarakat. “Menjadi guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak! Terutama sekali di zaman kebangkitan! Hari kemudiannya manusia adalah di dalam tangan guru itu, menjadi manusia”. Demikian sepenggal kalimat Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno tentang guru yang dikutip dari buku karangannya, Dibawah Bendera Revolusi kata Askolani.
Guru adalah sebuah profesi yang mulia karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini ditentukan. Guru juga dianggap sebagai pahlawan pembangunan, karena di tangan mereka akan lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi ruang-ruang publik di negeri ini.
Guru yang ideal, terang Askolani bukan sekedar guru yang memenuhi syarat-syarat teknik: seperti pintar, pandai, atau pakar di bidang ilmu yang dimiliki; melainkan yang jauh lebih penting dari itu semua, guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai "agent of change". Disini, tugas guru adalah menumbuhkan keingintahuan anak didik dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati. Jika anak didik diberi rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan bereksplorasi secara leluasa, ia akan tumbuh menjadi insan yang penuh dengan percaya diri dan optimistis.
"Seorang guru bisa menjadi pahlawan pembangunan yang memiliki jiwa juang, memiliki semangat untuk berkorban, dan menjadi pionir bagi kemajuan masyarakat. Oleh sebab itu, tugas yang diemban oleh seorang guru tidak ringan, karena guru yang baik tidak hanya memberitahu, menjelaskan atau mendemonstrasikan, tapi juga dapat menginspirasi. Seorang guru harus mampu memandang perubahan jauh ke depan, dengan demikian guru dapat merencanakan apa yang terbaik untuk anak didiknya,"tandasnya. (Faz)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi