Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : DP     Tanggal : 19 Maret 2018 19:58     Dibaca: 245 Pembaca

Asyik, Lima Kawasan Blank Spot Ini Segera Dibangun BTS

Tim Survey PT Polar Sandra saat mewawancarai Kepala Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara, Senin (19/03).

Muara Rupit, Detik Sumsel - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) di lima blank spot.

Hal ini terbukti dalam lima hari, dimulai Jumat (16/3) lalu hingga Selasa (20/3) besok, Badan Penyedia dan  Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan  Informartika (BP3TI) melalui konsultannya, PT Polar Penawaran Bangun Semesta didampingi staf Diskominfo melaksanakan survei lokasi blank spot.

Direktur PT Polar Penawaran Bangun Semesta, Sandra mengatakan, di seluruh Sumsel hanya Kabupaten Muratara saja yang pengajuan pembangunan BTS yang disetujui.

"Saya mencotohkan daerah saya saja Kabupaten Empat Lawang tidak dapat,  Kabupaten Musi Rawas juga seperti itu. Padahal masih ada titik blankspotnya," kata Sandra kepada awak media, Senin (19/03).

Sandra menyatakan, pembangunan ini berkat kegigihan Kepala Diskominfo setempat dalam memperjuangkan agar BTS dibangun di titik blank spot. 

Ditambahkan Sandra, lima titik blank spot itu, yakni Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir, Desa Napalicin Kecamatan Ulu Rawas,  Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu rawas, Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Nibung, dan Desa Lubuk Kumbung Kecamatan Karang Jaya.

Sandra mengatakan, kedatangannya ke Muratara setidaknya 70 persen BTS di areal blank spot tersebut segera dibangun. 

Pihaknya butuh waktu dua bulan pembangunan akan dilaksanakan setelah surveynya dilaporkan kepada BP3TI.

"Kebiasaan yang sudah paling lama dua bulan nih dibangun BTSnya," ungkap Sandra kepada tim Media Kominfo.

Pria yang biasa dipanggil Ichan ini menyatakan survei lapangan yang dinilai, yakni areal yang ditunjuk benar-benar blank spo.  Apabila satu titik saja ada sinyal, maka akan dicoret dan diganti daerah lain.

Survey yang dilaksanakannya pun untuk memastikan lahan yang disiapkan pemerintah setempat, dan juga akses jalan menuju lokasi BTS yang akan dipasang.

"Medannya seperti apa. Apa full darat atau gimana sebab kita akan mengangkut material. Khususnya tower elektrikal CME yang diangkut langsung dari Jakarta," terang Sandra.

Nah setelah itu, ia akan meminta kades setempat untuk memfasilitasi kegiatan tersebut agar berjalan lancar, tepat waktu, dan tepat guna.

"Kita sangat berharap pembangunan tidak ada kendala, "harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo, AL Azhar mengatakan, BTS yang akan dibangun untuk mengatasi masih banyaknya desa yang belum terjangkau jaringan seluler.

"Berdasarkan data yang masuk ada 33 titik blank spot dan secara bertahap pemerintah pusat membangun lima BTS,"ungkap AL Azhar.

Pembangunan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan infrastruktur layanan akses telekomunikasi yang menghubungkan seluruh daerah Indonesia.

"Pembangunan ini bukti keseriusan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik,  khususnya sektor telekomunikasi," pungkasnya. (der)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi