Diposting oleh :     Tanggal : 14 Februari 2017 09:23     Dibaca: 288 Pembaca

Awas, Minum Teh Berlebihan pada Anak Bahaya loh

Foto Ilustrasi

Palembang, DetikSumsel- Kebiasaan minum teh sudah menjadi kebiasaan hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia –termasuk pada anak- anak. Teh memang mampu menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan bagi penikmatnya. amankah untuk dikonsumsi anak- anak?

Kandungan alami daun teh kaya akan senyawa antioksidan polyphenol. Antioksidan ini berfungsi menangkal radikal bebas perusak sel-sel di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh menjadi sehat, tidak mudah sakit dan juga terjaga awet muda.

Seperti yang dikutip klikdokter.com -Pada beberapa penelitian dijelaskan bahwa kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh juga terbukti membantu menurunkan risiko kanker. Tentu saja, manfaat ini ditawarkan pada semua orang yang menjadi penikmat teh, tanpa memandang usia.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk anak-anak. Sebab selain antioksidan, teh juga mengandung sekitar 3% kafein, zat aktif yang dapat menstimulasi tubuh tetap aktif dan berenergi.

Pada anak, kandungan kafein dapat membuatnya menjadi hiperaktif. Jadi apabila memberikan teh pada anak, pilihlah jenis teh yang paling sedikit mengandung kafein.

Salah satu jenis yang bisa Anda coba adalah white tea dengan catatan diberikan dalam jumlah yang sedikit. Kendati demikian, jika anak Anda tergolong anak yang sangat aktif dan cenderung sulit tidur, maka hindari pemberian teh jenis apapun kepadanya.

Selain dapat membuat anak menjadi hiperaktif, konsumsi teh yang berlebih juga ternyata dapat menyebabkan anak menjadi kekurangan zat besi. Kandungan polyphenol dan fitat yang terkandung di dalam teh akan menghambat penyerapan zat besi.

Akibatnya, tubuh kekurangan asupan zat besi yang dapat menyebabkan anemia atau kurang darah. Selain gangguan pertumbuhan, anemia pada anak juga dapat menyebabkan gangguan kecerdasannya di kemudian hari.

Perhatikan pula jika akan memberikan teh kemasan pada anak. Teh kemasan umumnya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan pada anak maksimal 10% dari total kalori. Sebagai contoh, seorang anak berusia 5 tahun yang memiliki berat badan ideal 18 kg boleh mendapat gula tambahan sekitar 45 g per hari.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Virtanen SM dkk, konsumsi 2 cangkir kopi dan 1 cangkir teh, setiap hari pada anak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Sekali lagi, kuncinya adalah batasan jumlah konsumsinya pada anak.

Sebenarnya tidak ada larangan minum teh pada anak- anak. Akan tetapi ada hal penting yang harus menjadi perhatian. Batasi konsumsi minum teh anak hanya sesekali agar terhindar dari bahaya yang mengintai (Nisa/net)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi