Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 05 Juli 2017 02:09     Dibaca: 84 Pembaca

Awasi Ilegal Logging dan Perburuan Satwa

Foto Istimewa

Pagaralam, Detik Sumsel – Belum lama ini melalui Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, empat personel polisi hutan ditugaskan untuk mengawasi pengrusakan hutan lindung di wilayah Kota Pagaralam. hal ini disampaikan, Yurdan SP selaku Koordinator Kesatuan Pengawasan Hutan Lindung (KPHL) Kota Pagaralam.

  “Penugasan mereka (personel polhut, red) oleh pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel belum lama, namun mereka masih berkantor di Kabupaten Lahat (BKSDA, red), karena kita masih menunggu SK pembentukan UPTD perpanjangan dari provinsi,” kata Yurdan seraya mengatakan selama ini untuk pengawasan yang dilakukan Pemkot Pagaralam sebatas dilakukan personel TPPH atau jagawana yang tidak bisa melakukan tindakan tegas terhadap pelaku, kemarin.

            Kendati demikian, mereka sudah meninjau wilayah Hutan Lindung yang ada Kota Pagaralam dan bersilaturahmi dengan Sekdakot Pagaralam. Mereka nantinya, bertugas akan melakukan patroli di wilayah hutan lindung baik itu di Bukit Dingan dan Bukit Jambul Gunung Patah dengan luasan area mencapai ribuan hektar termasuk yang ada di gunung Dempo.

            “Kita harapkan dengan adanya Polhut yang melakukan patroli di wilayah hutan lindung bisa mengantisipasi dan meminimalisiri aksi pengrusakan hutan akibat ilegal logging ataupun perburuan satwa yang di lindungi,” katanya. 

Yurdan juga menyinggung, temuan penggrusakan hutan lindung di Kota Pagaralam yang kian menjadi dan belum juga ada tindakan tegas bagi para pelakunya seperti terjadi di kawasan hutan Bandar, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan masih menunggu tindak lanjut dari dari provinsi. “Terkait pembukaan hutlin di di kawasan Bandar, Kance Diwe ini sudah dilakukan pengecekan ke lapangan bersama dengan personel Gakkum Provinsi Sumsel,” katanya.

Kerusakan meliputi pembukaan lahan untuk kebun dengan luas sekitar 5 hektar. Berada di hutlin Bukit Jambut Gunung Patah. “Temuan kita dilapangan, di lokasi pembukaan lahan di area hutlin ini terdapat sekitar 8 kk yang sudah terlanjur mendirikan pondok di sana. Selain itu juga, tak jauh dari lokasi ditemukan aksi penebangan pohon (ilegal logging, red). Beberapa jenis pohon yang ditebang dengan diameter ukuran cukup besar salashatunya Tenam,” pungkasnya.(gud)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376