Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 20 Januari 2017 01:15     Dibaca: 307 Pembaca

Bantuan Kolam Apung Terbengkalai

Kondisi kolam apung terbengkalai, bahkan rumah jaga sudah hilang

Pagaralam, Detik Sumsel – Bantuan kolam apung, berlokasi di Tebat Gebhan, kelurahan Alun Dua, kecamatan Pagaralam Utara saat ini sepertinya sudah tak ada lagi perhatian lagi dari pihak terkait. Bantuan dengan kucuran dana ratusan juta tersebut kondisinya saat ini dibiarkan rusak, dan tak lagi dikelola oleh penerima bantuan. Padahal bantuan Pusat itu dengan harapan mampu mengembangkan sektor budidaya perikanan di kota Pagaralam.

Pantauan Detik Sumsel dari lapangan menyebutkan, adapun bantuan kolam apung kini hanya tinggal 8 petak kolam. Jangankan berisi ikan, jaring kerambaknya dibiarkan begitu saja. Parahnya, bangunan rumah di kolam apung yang dahulunya ada, sekarang sudah tak ada lagi. Entah hilang atau sengaja dibongkar. Padahal, sebelumnya bantuan yang diberikan berupa ribuan bibit ikan mas dan nila.

Menurut keterangan warga sekitar, keberadaan kolam apung tersebut sangat disayangkan tak dikelola lagi. Dan bahkan fasilitasnya sudah banyak yang hilang entah ke mana. “Budidaya ikan di kolam apung tersebut tak lama bertahan. Sebelumnya sempat dikelola warga, namun juga tak bertahan lama. Bahkan di awal budidaya, ribuan bibit ikan ditebar, seperti ikan Mas dan Nila,” kata Pidi, warga Simpang Tanjung Aro yang kerap mancing di Tebat Gheban.

“Sangat disayangkan budidaya kolam apung tersebut dibiarkan terbengkalai. Budidayanya mungkin tidak bertahan lama dan belum menghasilkan. Banyak bibit ikan yang ditebar, semuanya mati tak bersisa,” ujarnya seraya mengatakan, di kolam apung ada bangunan rumah jaga, saat ini telah hilang entah ke mana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagaralam, Drs Prima Dina Surya Rozak, melalui Kabid Budidaya Perikanan, Sarjanawi SP mengatakan, pihaknya membenarkan kalau kalau kondisi kolam apung sudah tak lagi terawat dan belum dimanfaatkan untuk budidaya ikan. (vhan)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi