Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 15 Agustus 2017 18:43     Dibaca: 352 Pembaca

Begini Cara PKB dan PDIP Kenang Jasa Ulama dan Pahlawan

Ketua PDI Perjuangan, Giri Ramanda NK menandatangani daftar kunjungan di makam Pahlawan Kstaria Bukit Siguntang didampingi ketua PKB Sumsel Ramlan Holdan (kanan) dan wakil ketua PWNU Sumsel, Hernoe Roesprijadji SIP

Palembang, DetikSumsel- Ada yang berbeda dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-72 tahun ini. Dua partai besar di Sumsel, PDI Perjuangan dan PKB menggelar ziarah ke makam ulama dan pahlawan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk terimakasi dan sekaligus mengenang jasa ulama dan pahlawan. 

Sejak siang hari, ratusan kader PKB dan PDI Perjuangan melakukan ziarah dan membaca surat yasin secara berjamaah di makam Ki Marogan Kertapati Palembang dan dilanjutkan ke taman makam pahlawan (TMP) Kstaria Bukit Siguntang. Di TMP, ziarah diawali dengan upacara dipimpin oleh pembina Ketua DPD PDI Perjuangan Giri Ramanda N Kiemas dan wakil ketua PWNU Sumsel, Hernoe Roeaprijadji sebagai komandan upacara. 

Ketua PKB Sumsel, Ramlan Holdan mengatakan, kegiatan pada hari ini dalam rangka memperingati jasa para pahlawan dan ulama, oleh karena itu jangan pernah menghilangkan jasa para pendahulu. 

"Ulama dan santri sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI, begitu juga jasa para pahlawan, untuk di makam pahlawan kami mengelar upacara, doa dan tabur bunga bagi para pahlawan,” kata Ramlan.

Sementara itu, Hernoe Roesprijadji Wakil Ketua PWNU Sumsel mengatakan ulama dan santri sangat berjasa dalam merebut kemerdekaan. Kegiatan ini dalam bentuk untuk tidak menghilangkan jasa para ulama dan pahlawan nasional.

"Yang sudah mendahulukan kita doakan semoga para pahlawan tenang, sedangkan para pahlawan yang masih hidup perlu perhatian khusus, karena masih banyak para veteran yang hidup dalam kekurangan,” katanya.

Bagi NU ada tiga tugas yang mesti dijalani setiap diri kita, yang pertama membela negara, yang kedua membela ulama dan yang terakhir berbuat untuk umat, berbuat kebaikan untuk sesama ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Kalau yang guru jadi lah guru yang baik, kalau seorang dokter jadilah dokter yang baik sesuai dengan bidang kita masing-masing. Ini upaya kita dalam menjaga keutuhan NKRI dan bersyukur karena negara ini begitu besar,” pungkasnya. (Wira) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi