Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : DP     Tanggal : 13 Maret 2018 18:12     Dibaca: 193 Pembaca

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Terpaksa Mandi Air Kotor

Warga di Muratara yang memilih menggunakan air kotor untuk mencuci peralatan sehari-hari.

Muara Rupit,Detik Sumsel - Pasca banjir di Desa Karang Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), membuat warga terpaksa menggunakan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari.

Hodijah (41), seorang warga yang mengaku kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga terpaksa menggunakan air banjir yang berasal dari Sungai Rawas yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sumur kami masyarakat Desa Karang Dapo dari dusun satu sampai enam terendam banjir sehingga kami kesulitan air bersih dan mesin pompa air tidak bisa difungsikan," kata Hodijah kepada awak media, Selasa (13/03).

Bencana banjir yang menerjang satu Kecamatan Dapo membuat warga terpaksa menggunakan air Sungai Rawas  untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian serta perabotan rumah tangga.

Selain untuk kebutuhan mandi dan mencuci, air sisa banjir bercampur lumpur yang mengalir di depan rumah cenderung digunakan warga untuk membersihkan tempat tinggal mereka.

"Mau gimana lagi, daripada enggak ada, terpaksa kami pakai air got," ungkapnya.

Untuk kebutuhan memasak dan minum, mereka menggunakan air hujan yang ditampung. Ada juga masyarakat yang mampu membeli air galon.

"Kami juga harus cari air di kampung-kampung yang tidak kena banjir karena stok air yang ditampung kemarin sudah habis, apalagi tidak ada persediaan air bersih dari pemerintah," ujarnya.

Hal serupa juga dialami Zamzami, warga Kelurahan Dara. Ia menggunakan air limbah banjir yang sudah keruh dan berbau untuk mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.

Ia dan warga sekitar tidak peduli harus menggunakan air kotor itu bisa menimbulkan penyakit. Tak ada pilihan lain, kecuali memanfaatkan air keruh bercampur lumpur karena kesulitan mendapat air pasca banjir.

"Kalau menunggu bantuan dari pemerintah, sampai kapan? Padahal sudah 4 hari kami di ambang kesulitan," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Karang Dapo 1, Umar Aziz mengatakan, untuk saat ini masyarakatnya sanggat membutuhkan air bersih karena semua sumur yang ada sudah terendam banjir. Walaupun bisa, airnya kotor dan tidak layak dikonsumsi.

"Untuk saat ini masyarakat saya sudah ada yang gatal-gatal akibat menggunakan air kotor untuk keperluan sehari-hari, dan kami pemerintah desa dan kecamatan sudah mengusulkan bantuan air bersih kepada BPBD. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan yang bagus untuk kami," pungkasnya. (der)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi