Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 31 Mei 2018 19:43     Dibaca: 155 Pembaca

BPOM Temukan Makanan Mengandung Pewarna Kertas dan Formalin

Kepala BPOM, Dewi Prawitasari Apt MKes saat menunjukkan salah satu sample makanan yang mengandung bahan pengawet formalin dan pewarna kertas

Prabumulih, Detik Sumsel - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumsel menemukan sejumlah bahan makanan tidak layak konsumsi. Bahan makanan serta jajanan pasar untuk berbuka puasa (takjil) yang dijual pedagang diduga kuat mengandung zat berbahaya seperti formalin dan pewarna kertas atau pakaian (rhodamin).

Operasi mendadak (sidak) makanan dan minuman takjil ini dilakukan pada Kamis sore (31/05) di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur. Sejumlah bahan makanan dan minuman serta jajanan takjil diambil petugas untuk dilakukan uji lab.

Hasilnya, sample bahan makanan seperti tahu putih dan cincau serta mie basah positif mengandung formalin. Selain itu bahan makanan lainnya seperti cantik manis serta kue kering positif mengandung rhodamin atau bahan pewarna kertas dan pakaian.

Kepala BPOM, Dewi Prawitasari Apt MKes saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sengaja melakukan roadshow ke seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan intensifikasi pengawasan pangan di Bulan Ramadhan. Dengan membentuk dua tim, pihaknya menyusuri sejumlah pedagang dan mengambik sample barang dagangan untuk diperiksa.

"Minggu ke dua ini kita di Prabumulih, sebelumnya sudah ke Linggau, Baturaja dan Muara Enim. Kasusnya sama, kita masih banyak menemukan sejumlah bahan makanan dan minumanan yang dijual pedagangan banyak mengandung bahan berbahaya seperti pewarna dan formalin," ujar Dewi kepada wartawan disela-sela kegiatan sidak.

Dengan masih banyaknya ditemukan bahan makanan dan minuman yang menagndung bahan berbahaya, pihaknya meminta agar masyarakat waspada dan berhati-hati. Mengingat bahan makanan dan minuman yang mengandung pewarna serta formalin sebagai pengawet dapat berbahaya bagi kesehatan.

"Jadilah konsumen yang bijak. Memang efeknya tidak langsung terlihat, namun jika dikonsumsi secara berlebihan akan dapat merusak ginjal serta menyebabkan kanker dikemudian hari. Kami terus himbau masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan Perdagangan," bebernya.

Disinggung apakah pihaknya akan menerapkan sanksi kepada pedagang yang kedapatan menjual bahan makanan berbahaya, Dewi mrngaku jika hal tersebut adalah tugas pihak berwajib serta dinas terkait. Hanya saja pihaknya meminta kepada pedagang untuk tidak menjual kembali bahanan makanan maupun minuman yang mengandung zat berbahaya.

"Terkadang pedagang juga tidak faham. Oleh karena itulah yang harus diberi sanksi dan tindakan adalah produsennya. Jangan sampai menggunakan zat berbahaya pada bahan makanan yang diolah. Begitu juga kepada konsumennkita tetap terus himbau agar lebih bijak dalam berbelanja," tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi