Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Darfian Mahar jaya     Tanggal : 29 Juni 2018 15:58     Dibaca: 168 Pembaca

BRG Targetkan Restorasi Dua Juta Hektar Lahan Gambut

Istimewa

Kayuagung, Detik Sumsel -- Badan Restorasi Gambut (BRG) menargetkan hingga tahun 2020 dapat merestorasi 2juta hektar lahan gambut di Indonesia. Sementara khusus di Kabupaten OKI ditarget dapat memulihkan lahan gambut hingga 400.000 hektar terbagi di kawasan konsesi dan kawasan non konsesi didominasi di Padang Sugihan, Kecamatan Air Sugihan seluas 80.000 hektar.

"Sampai tahun 2020, kami targetkan pemulihan lahan gambut. Indonesia yang selama ini dikenal sebagai penyumbang kabut asap terbesar, diharap pasca restorasi memberikan value positif. Ini semua semata-mata mencegah kebakaran dilahan gambut," Deputi II Badan Restorasi Gambut Alue Dohong, Jumat (29/6).

Menurut dia, selain berada di Kecamatan Air Sugihan, lahan gambut juga berada di arah Sepucuk terutama di Kecamatan Pedamaran Timur dan Kecamatan Kayuagung.

Sebagai upaya merestorasi lahan gambut, pada tahun 2017 lalu BRG memberikan bantuan bibit nanas untuk ditanam di lahan gambut seluas 2 hektar. Dipilihnya tanaman ini karena tidak perlu penataan lahan secara khusus, sehingga tidak mengubah karakter gambut.

"Ada 120.000 hektar kawasan gambut di Sepucuk yang telah dijadikan perkebunan sawit. Alhamdulillah sekarang ditanami nanas dengan sistem tumpah sari. Bahkan tanaman nanas sudah panen dan bernilai ekonomi bagi masyarakat,”ujarnya.

Dia mengaku dengan ditanaminya nanas, lahan gambut yang selama ini sering terbakar tidak lagi terbakar. Selama tahun 2017, pihaknya menguji coba tanam nanas seluas 2 hektar dengan asumsi satu hektar menghasilkan 35.000 bibit nanas.

"Hingga saat ini, sudah 400 hektar kawasan gambut yang sudah ditanami nanas oleh masyarakat dengan cara swadaya,”jelasnya.

Kendati demikian, kata dia, masih ada beberapa kendala bagi para petani nanas di lahan gambut tersebut. Salah satunya nilai jual buah nanas tersebut masih relatif murah Rp3.000 per ikat.

“Ini yang harus kita carikan solusinya ditambah buah nanas tersebut tidak bisa disimpan terlalu lama karena cepat busuk,” terangnya.

Untuk itu, BRG akan memfasilitasi para petani nanas ini mengikuti pelatihan ke beberapa daerah yang sudah bisa melakukan pengelolaan buah nanas.

“Buah nanas ini kalau bisa diolah dalam bentuk kemasan saya yakin harganya bisa lebih tinggi lagi dan ini yang akan kita dukung nantinya,” kata Alue.

Selain mengirim kelompok berlatih, BRG juga akan membantu peralatan. Ditambah Momentum Asian Games, jika produk nanas itu bisa diolah dan dipasarkan akan bernilai ekonomi tinggi.

Alue Dohong meminta pemerintah Kabupaten OKI dapat melihat peluang ini agar dapat dikembangkan dengan memasukkan program pemulihan gambut dalam RPJMD. Kawasan gambut itu memiliki 65% bahan organik sehingga kalau musim kering sangat mudah terbakar.

“Kita berharap pemerintah bisa memasukkan program ini dalam RPJMD dan ini peluang yang harus dikembangkan. Jadi harus jadi program daerah jangan hanya bergantung dengan satu komoditas,” jelasnya.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi