Diposting oleh : AMS     Tanggal : 15 Agustus 2017 16:12     Dibaca: 605 Pembaca

Buka Posko Pengaduan Korban First Travel di Palembang

Kuasa Hukum calon jemaah umrah First Travel, Herdiyan Saksono dan mitra Sapriadi Syamaudin.

Palembang, DetikSumsel- Korban penipuan berkedok umroh First Travel diduga tidak hanya terjadi di wilayah Jabodetabek, tapi juga di seluruh Indonesia termasuk Palembang. 

Kuasa hukum calon jemaah umrah First Travel, Herdiyan Saksono mengatakan, hingga kini kliennya sudah berjumlah 1.060 orang di Jabodetabek dan diperkirakan kerugian mencapai puluhan miliar Rupiah.

"Untuk itu kami juga membuka posko pengaduan di Sumsel," kata Herdiyan Saksono kepada media di Palembang, Selasa (15/8).

Dikatakan, pembukaan Posko di Palembang ini untuk memudahkan calon jemaah umroh di Sumsel melakukan pengaduan. Bagi mereka yang ingin mengadu silakkan ke posko mitra kantor hukum Sapriadi Syamsudin and rekan di Jl Basuki Rahmat Palembang seberang Polda Sumsel. 

"Nanti mitra kami akan mendata keseluruhan jemaah calon umroh First Travel yang terdaftar dan berdomisili di Sumsel," terangnya.

Menurut pengacara kondang dari Kebun Jeruk Jakarta ini, hal ini dilakukan agar membantu para korban sekiranya kalau jauh ke Jakarta jauh. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Polda dan Bareskrim Mabes Polri. 

"Bagi korban yang harus dilengkapi adalah dokumen yang menyatakan dirinya terdaftar di first travel. Seperti bukti setor, sebab diduga jejaring penipuan ini seperti Franchises," sebutnya. 

Herdiyan menyebutkan, kasus First Travel ini modusnya mirip dengan penipuan umrah lainnya. Bahkan ada beberapa hal menarik dari sistem dijalankan perusahaan itu. Di antaranya, perusahaan itu memakai sistem cabang, agen, dan mitra. Ini dilihat banyaknya kantor cabang maupun mitra. Selanjutnya, First Travel juga diindikasikan investasi bodong. Sebab, biro perjalanan umrah itu mengendapkan dana calon jamaah umrah hingga dua tahun.

"Seluruh agen yang ikut-ikut melapor itu diduga keras ikut menikmati keuntungan," jelasnya.

Ia menilai, perusahaan berdiri sejak 2009 itu memiliki kegiatan tak lazim. Salah satunya soal janji kepada para calon jemaah kerap berubah-ubah dan tak ada jadwal pasti. "Bahkan dicurigai adanya sistem Ponzi," terangnya. 

Diketahui, kepolisian telah mengamankan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari. Mereka diduga menipu calon jemaah umrah. Akibat kasus ini, pasangan suami istri tersebut terancam dijerat Pasal 378 KUHP terkait penipuan dan Pasal 378 KUHP terkait penggelapan. (Dul) 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376