Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Red     Tanggal : 13 Maret 2018 09:17     Dibaca: 260 Pembaca

Bukan Terorisme Agama

Ketua FKPT Sumsel, Dr Periansya

Lipsus, Detik Sumsel- Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sumsel menilai, pengrusakan Kapel di Ogan Ilir murni tindakan kriminal dan tidak mengarah kepada gerakan terorisme berpaham keagamaan. “Ini murni kriminal dan kebetulan saja yang menjadi sasarannya adalah rumah ibadah, bukan berdasarkan paham keagamaan,” kata Ketua FKPT Sumsel, Dr Periansya saat dibincangi Detik Sumsel. 

Baca: Zero Konflik di Sumsel Ternoda Jelang Asian Games http://www.detiksumsel.com/zero-konflik-di-sumsel-ternoda-jelang-asian-games

Dikatakan, berdasarkan catatan FKPT Sumsel tidak pernah terjadi konflik antar umat beragama atau paham keagamaan. Dalam hal terorisme, Sumsel masuk zona hijau, bukan tujuan atau sasaran terorisme, kalaupun sempat adan tertangkap di Sumsel bukan tujuan persinggahan sebenarnya. “Dalam kondisi seperti ini, sangat penting penguatan paham kebangsaan dan keagamaan sebagai pemersatu kesatuan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan, Pengamat Sosial dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang, Ade Indra Chaniago. Menurutnya, kata zero berarti nol dan merujuk kejadian di OI tersebut, prestasi Sumsel sebagai wilayah zero konflik tentu tidak pas. "Jika kita memaknai zero itu sebenernya nol yang artinya tidak ada konflik sama sekali. Namun jika kita lihat, lebih tepatnya sebagai daerah minim konflik bukan zero konflik," ungkapnya.

Baca Juga: Ajak Jemaat Tidak Mudah Terprovokasi

http://www.detiksumsel.com/ajak-jemaat-tidak-mudah-terprovokasi

Lanjutnya, minim konflik memiliki artian konflik untuk Wilayah Sumsel berarti ada, tetapi tidak banyak. "Jadi untuk masalah zero konflik itu menurut saya diluruskan saja, yaitu minim konflik," ujarnya.

Soal potensi terkait konflik saat ini? katanya, sangat banyak terutama dalam tahun-tahun politik.  "Dan ini rentan dipolitisasi untuk kepentingan politik orang per orang atau kelompok. Jadi kalau dikatakan zero konflik sepertinya belum tepat, dan lebih tepatnya minim," pungkasnya. (Tim)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi