Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 09 Agustus 2017 17:28     Dibaca: 157 Pembaca

Bunuh Teman, Akhirnya Asep Divonis 9 Tahun Penjara

Tampak terdakwa Asep saat mendengar vonis dari majelis hakim.

Palembang, Detik Sumsel- Dipicu persoalan sepele, yakni ditegur jangan ribut. Membuat terdakwa Asep Purnomo alias Asep alias Cecep (22) nekad menghabisi tetangga sebelahnya sendiri Beli Pratama. Asep pun hanya tertunduk pasrah, saat ketua majelis hakim Hotnar Simarmata SH MH memvonisnya bersalah dengan pidana penjara selama 9 tahun.

Putusan diterima warga Jalan Gotong Royong 3, RT 5, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, tersebut 3 tahun lebih rendah, dari tuntutan JPU Darman SH MH menuntut terdakwa dengan pasal 170 KUHP ayat 2, ke 3 tentang pengeroyokan menyebabkan orang meninggal dunia, dengan ancaman 12 tahun pidana penjara.

Ketua Majelis hakim Hotnar Simarmata SH MH, dalam pembacaan amar putusan mengatakan bahwa sesuai fakta persidangan dan surat tuntutan, diketahui terdakwa secara bersama melakukan kekerasan dan menyebabkan kematian orang lain.

"Ditambah keterangan saksi, dan bukti, telah memenuhi unsur pidana, dinyatakan bersalah menyebabkan orang mati. Ada pun hal memberatkan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, meringankan mengaku, menyesal, belum pernah dihukum dan masih muda untuk memperbaiki diri," timbangnya.

Untuk itu terdakwa Asep Purnomo alias Asep, dinyatakan terbukti melakukan kekerasan menyebabkan kematian. "Maka majelis hakim menjatuhkan pidana selama 9 tahun penjara, dengan masa penangkapan dan pidana dikurangi masa tahan" tukasnya.

Atas putusan tersebut, terdakwa dipersilahkan untuk menerima, menolak atau pikir-pikir silahkan. Terdakwa sedari awal telah menyatakan menerima dan tidak akan mengulang tindakannya mengatakan "Menerima yang mulia" usai berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Dari fakta persidangan, diketahui peristiwa tersebut terjadi Selasa 06 Desember 2016, sekitar pukul 16.30 WIB, dimana korban Beli Pratama mendatangi indekos terdakwa Asep. Lantas korban mengatakan agar terdakwa jangan ribut, karena anak saksi korban terganggu tidak bisa tidur.

Terdakwa rupanya tersinggung, hingga keduanya ribut. Setelah itu terdakwa pergi, empat hari kemudian datang rekan Vikki dan Opan, datang menemui korban untuk mengajak ke rumah susun, dengan alasan Nikki minta dibuatkan tato. Namun korban menolak untuk buat tato di rumah saja.

Sekitar 10 menit kemudian, datang terdakwa Asep bersama pelaku Rio Nando alias Gerandong ke indekost korban. Setelah bertemu korban dan terdakwa terlibat ribut mulut lagi, sambil terdakwa merangkul korban. Tiba-tiba pelaku Gerandong langsung menikam punggung korban dua kali menggunakan pisau bayonet.

Seketika itu korban roboh, kembali pelaku Gerandong menginjak-injak tubuh korban. Sedangkan giliran terdakwa Asep juga memukul kepala korban, menusuk tangan kiri, pelaku Vikki pun tidak tinggal diam, ikut menikahkan pisau ke pinggang korban. Usai kejadian para pelaku kabur, dan korban dilarikan ke rumah sakit, hingga meninggal dunia. (Vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi