Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Iyop DS     Tanggal : 09 Agustus 2018 03:50     Dibaca: 1669 Pembaca

Cari Solusi, Cak Su Ubah Pakem Lawan MU

Pelatih kepala SFC Subangkit

Palembang, Detik Sumsel- Demi meraih hasil maksimal di laga selanjutnya menghadapi Madura United, Sabtu (11/8) nanti di Stadion H Agus Salim, Padang. Coach Subangkit akhirnya memutusan untuk mencoba merubah pakem atau cara bermain Sriwijaya FC, menggunakan formasi berbeda dari yang biasa digunakan selama ini. 

Dari skema 4-2-3-1 atau 4-3-3 menjadi 3-4-3 atau 3-5-2. Tujuannya, tidak lain untuk memaksimalkan kemampuan dari trio pemain yang sama-sama memiliki posisi sebagai stopper yaitu Goran Gancev, Alan Henrique serta Mohamadou Al Hadji, dengan menurunkannya secara bersamaan.

Hanya saja diakui Cak Su, dibutuhkan proses adaptasi dari para pemain tersebut, untuk saling memahami satu sama lain. Karena Alan Hendrique, Goran Gancev dan Mahammadou Al Hadji baru bergabung dengan tim, beberapa waktu lalu.

"Intinya saling pengertian saja dan kerja sama tim dengan yang lain. Karena 60-70 persen pemain kita yang jarang main dan hampir gak pernah main," ungkapnya. 

Eks pelatih Mitra Kukar dan PSIS Semarang melanjutkan, pilihan itu terpaksa diambil untuk  memaksimalkan, kemampuan dari sumber daya pemain yang ada saat ini. Tanpa harus memaksakan kepada pemain, cara bermain yang bukan merupakan karakter aslinya.

Dengan formasi ini, peran Marckho Sandy Meraudje dan Zalnando di kedua sisi sayap kiri dan kanan akan lebih berat, karna harus naik turun membantu pertahanan dan penyerangan. 

Untuk menyuplai bola kepada dua atau tiga penyerang didepan. Dengan memberikan tandem kepada Manuchehr Jalilov seperti Esteban Vizcarra, Rizsky Dwi Ramadhana maupun Nur Iskandar. Agar dia tidak akan sendirian lagi saat menyerang, guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

"Kita menggunakan taktik ini, karena melihat materi pemain yang ada sekarang. Kita sudah mencobanya dalam dua kali sesi latihan terakhir, skema ini memang harus terus dilatih,"terangnya. 

Ya, Laskar Wong Kito memang sudah saatnya untuk meninggalkan pola 4-2-3-1, yang selama ini dipakai dan diadopsi menjadi pakem permainan tim kebangaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) itu.

Meskipun harus diakui, pada era kepelatihan sebelumnya. Rahmad Darmawan berhasil membawa SFC melesat ke papan atas dan menduduki posisi tiga besar di paruh musim Liga 1 2018. 

Namun dilepasnya delapan pemain kunci yang diikuti oleh jajaran pelatih. Membuat tim harus bertransformasi, karena kondisinya  sudah tidak memungkinkan lagi untuk mempertahankan cara bermain yang sama. Dengan pemain yang berbeda. 

"Memang pemain masih terlihat sedikit canggung, namun ini wajar karena skema ini baru dicoba. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi, dari permasalahan tim saat ini,"harapnya.(iyop)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi