Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 08 Juni 2018 11:41     Dibaca: 1117 Pembaca

Coba Tembak Petugas, Abdul Malik Justru Tersungkur Dipelor

Abdul Malik saat digiring petugas menuju ruang tahanan Mapolda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel -- Abdul Malik (32) warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur hanya bisa menahan sakit duduk kursi roda setelah sebutir timah panas petugas Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel menembus kaki kanan nya.

Abdul Malik ditangkap lantaran terlibat langsung dalam aksi pembobolan toko manisan di Desa Gunung Jati, Dusun III, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, pada 19 Maret 2018 lalu bersama dua orang teman Mustakim (sudah tertangkap), dan Nik (DPO).

Tidak hanya itu, Abdul Malik juga saat dilakukan penangkapan di Desa Perasinan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin sebuah rumah Abdul Malik berusaha kabur dan menembakan senjata api rakitan milik kearah petugas.

Namun berkat kesigapan petugas, justru Abdul Malik yang terkapar setelah petugas melumpuhkan kaki kanan nya dengan sebutir timah panas.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara didampingi Kanit III Kompol Ahmad Bakhtiar mengatakan pelaku merupakan DPO dalam kasus pembobolan toko manisan di OKU Timur pada bulan Maret lalu bersama dua orang temannya.

"Modus yang digunakan pelaku saat membobol warung korban dengan mencongkel pintu dengan linggis, setelah pintu terbuka para pelaku masuk dan mengambil uang sebesar 40 juta yang ada di dalam warung,"katanya saat menghadirkan tersangka dan barang bukti di Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Jumat (8/6).

Berdasarkan keterangan pelaku bahwa dia baru satu kali melakukan aksi pembobolan toko, namun dirinya mengakui bahwa pernah mendekam dipenjara selama setahun dalam kasus Curanmor.

"Masih ada satu pelaku yang DPO, satu pelaku sudah sudah ditangkap terlebih dahulu,"jelasnya.

Sementara itu, Abdul Malik mengaku mendapatkan bagian sepuluh juta dari hasil ikut membobol warung korban, dimana uang sudah habis digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kalu Senpira itu memang punya saya tapi cuma untuk jaga diri, tidak pernah saya bawa untuk melakukan aksi kejahatan,"ucapnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi