Diposting oleh : Maya     Tanggal : 13 November 2017 20:24     Dibaca: 59 Pembaca

Commomwealth Ajarkan Nasabah Investasi Lewat Dynamic Portfolio

Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya pada saat memperkenalkan Dynamic model Portfolio.

Palembang, Detik Sumsel - Untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam mengoptimalkan investasinya, PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) hari ini, Senin (13/11/2017) memperkenalkan Dynamic Model Portfolio, sebuah konsep investasi yang tidak hanya fokus pada perpaduan kelas aset berdasarkan profil resiko nasabah, namun juga berdasarkan resiko pasar.

Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya mengatakan, saat ini perbankan harus jeli melihat tujuan investasi dan profil resiko nasabah dan menjadikan dua faktor tersebut sebagai referensi dalam berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

“Dengan pergerakan ekonomi dan pasar yang cepat, investor harus cekatan membaca resiko dan menggerakkan aset sesuai arah pasar. Tidak bisa lagi menggunakan metode penentuan investasi yang statis. Berdasarkan analisa kami atas data-data historis pasar modal di Indonesia, mengalokasikan investasi di aset dengan metode statis berpotensi membuat hasil imbal balik yang tidak optimal dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dikatakannya, melalui pendekatan tersebut, Dynamic Model Portfolio akan mengumpulkan berbagai informasi pasar, memilah mana yang paling relevan untuk setiap Nasabah berdasarkan profil resiko dan tujuan investasi mereka, kemudian memberikan saran terkait penempatan portofolio aset-nya.

“Kini nasabah bisa menggerakkan asetnya secara dinamis, tidak harus sama dengan proporsi investasi yang ditentukan di awal. Investasi disesuaikan tidak hanya berdasarkan profil resiko nasabah, namun juga resiko pasar ke depannya. Lewat Dynamic Model Portfolio, kami ingin melayani nasabah dengan layanan wealth management yang mampu membantu mereka memahami realita pasar yang dinamis daripada hanya statis terpaku pada teori semata,” jelas Ivan.

Keberadaan Dynamic Model Portfolio akan semakin menguntungkan nasabah di tengah kondisi pasar yang pada 2018 diprediksi akan membaik.

CEO PT Schroders Investment Management Indonesia, Michael Tjoajadi mengatakan, berdasarkan data historis, menjelang pemilu 2004, 2009 maupun 2014, terdapat kenaikan konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah.

“Harga komoditas diprediksi akan membaik pada 2018. Pilkada juga akan memberi pengaruh pada konsumsi karena perputaran yang yang lebih baik. Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit diperkirakan akan mulai mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan mendorong laba perusahaan, termasuk perusahaan publik, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan laba per saham,” jelas Michael. (Rel/May)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi