Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 13 Agustus 2017 09:38     Dibaca: 337 Pembaca

Copet HP Penumpang, Kondektur Bus Babak Belur

Ilustrasi

Palembang, Detik Sumsel- Malang nian, Rasid (26) yang berprofesi sebagai kondektur Bis Kota Jurusan Plaju - KM 12 Palembang harus menahan sakit, lantaran bonyok diamuk masa usai diduga melakukan aksi copet di Jalan Merdeka tepatnya di bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang.

Beruntung, pihak Polresta Palembang yang mendapat Informasi hal tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan masa. Petugaspun langsung menggelandang pelaku ke Mapolresta Palembang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Diketahui, warga yang tinggal di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang itu melancarkan aksinya terhadap Akbar (14) seorang pelajar kelas 3 SMP yang menumpang didalam angkotnya.

Korban yang saat itu menumpang di dalam angkot Jurusan Plaju - KM 12 hendak turun di Air Mancur namun ditahan oleh pelaku sembari melayangkan tangannya ke arah saku jaket korban.
"Hp itu saya taroh di dalam saku jaket saya pak." Ujar korban saat ditemui di Mapolresta Palembang, Sabtu (12/8) Petang.

Sambung Korban, lalu ia diturunkan tak jauh dari tempat tujuannya, lanjut korban, ketika hendak mengecek HP merk Blackberry Gemini miliknya ternyata sudah tidak ada lagi didalam sakunya.

Korban pun tersadar hilangnya HP kesayangannya itu lantaran tangan jahil kenek angkot sewaktu dirinya hendak turun dari angkot yang ditumpanginya itu. "Saya yakin dia yang mengambilnya, tadi sebelum turun HP saya masih ada. Jadi saya langsung saja mengadu kepada kakak saya yang sedang bekerja dibengkel tak jauh dari tempat saya diturunkan tadi." Terangnya.

Lalu korban bersama Dodi Mawardi kakak kandungnya menghadang angkot yang ditumpanginya tadi, dan ketika angkot melintas sontak kakak kandung korban langsung menyetopnya. "Kakak saya langsung menangkapnya pak, dia dipaksa turun dan langsung digebuki masa" jelasnya.(vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi