Diposting oleh : Efen Permata     Tanggal : 24 Agustus 2017 11:55     Dibaca: 161 Pembaca

Dampingi Anak Karnaval, Ibu di Palembang Ini Kecopetan, Ternyata Begini Kelakuan Panitia

Seorang ibu menenangkan temannya yang menangis karena kecopetan saat mendampingi anaknya mengikuti karnaval siswa TK di depan Rumah Dinas Walikota Palembang, Jl Tasik Palembang, Kamis (24/8/2017).

Palembang, Detik Sumsel - Pawai Kemerdekaan yang diikuti oleh seluruh siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Palembang pada Kamis (24/8/2017), tampaknya tidak diikuti dengan dikawal petugas keamanan yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Akibatnya, seorang ibu yang mendampingi anaknya mengikuti karnaval, harus kehilangan dompetnya. Ia sempat tak sadar jika dompet yang berada di dalam tas telah hilang, karena asyik mendampingi anaknya yang bernyanyi riang.

"Siapa copet disini ya, dompet aku bisa hilang dari tas," ucap Ika, korban pencopetan yang merupakan wali siswa TK Al Fatah yang mengikuti kegiatan karnaval yang berpusat di depan Rumah Dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik tersebut.

Ia menduga, kejadian tersebut terjadi ketika Walikota Palembang, H Harnojoyo akan meninggalkan lokasi acara dan sempat terjadi kerumunan orang mengejar orang nomor satu di Palembang tersebut.

"Berimpitan tadi, antara satu TK dengan yang lain. Mana terhimpit oleh rombongan yang mengejar Pak Wali untuk befoto," ungkapnya pada detiksumsel.com sembari sesekali mengusap air matanya.

Ia mengaku sudah melapor pada panitia yang berada di atas panggung. Sayangnya, panitia lebih memilih untuk sibuk bernyanyi.

"Ambeklah duetnyo, tapi baleke surat menyurat yang ado di dompet itu," terangnya sambil terus menangis.

Sementara itu, Pembina Polisi Anak (Polsana), Muhtasor mengatakan, kegiatan karnaval anak TK se-Kota Palembang ini mendapat pengawalan 10 personil kepolisian yang disebar pada acara ini.

"Buat laporan ke Polsek IB I, ini kan wilayah hukum Polsek IB I. Tadi ada perwakilan dari polseknya," tuturnya. (Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi