Diposting oleh : AMS     Tanggal : 08 Maret 2017 19:43     Dibaca: 283 Pembaca

Dana Rp2 M Dijamin LPS, Masyarakat Jangan Kawatir

LPS memberikan penjelasan dana nasabah yang berada di perbankan

Palembang, DetikSumsel- Para nasabah yang mencemaskan dana yang disimpan, Karena Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap akan menjamin simpanan nasabah pada bank  maupun di bank perkreditan rakyat yang beroperasi sesuai Undang Undang (UU) No. 7 tahun 1998  tentang perbankan yang diperbaharui UU No. 10 tahun tahun 1998.

Hal ini tersebut disampaikan Head Publik Relation LPS, Nur Budiantoro didampingi H. Armansya Dirut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar yang juga Wakil Ketua Persatuan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) bidang organisasai, dalam acara Press Gathering LPS bersama awak media Palembang yang bertempat di Hotel 101. Acara ini dipandu Masyirol Wakil Pimpinan Redaksi (Wapimred) Koran Sindo dan Sindonews.com.

Menuut Budiantoro selain menjadi lembaga penjamin LPS  berperan  dalam memelihara sistem perbankan dan  menyehatkan perbankan di Indonesia.

“Sejak 2015 hingga Desember 2016 telah Membayarkan uang jaminan di 75 bank yg dicabut izin usahanya,” ungkap Budiantoro.

Namun demikian tidak semua nasabah yang menyimpan dana pada bank di Indonesia mendapatkan jaminan. Ada 3 syarat utama bagi nasabah  untuk mendapatkan jaminan dari LPS.

“Tiga syarat penjaminan, pertama simpanan tercatat di perbankan, kedua  tidak melebihi suku bunga yg ditetapkan LPS dan  tidak memiliki kredit macet pada bank, dan dana max 2 M,” jelasnya 

Dengan itu Budiantoro meminta kepada masyarakat yang menabung diperbankan betul - betul memperhatikan ketentuan diatas dan menanyakan bukti  bank bersangkutan telah dijamin LPS. 

Saat ini total kekayaan Rp. 73,4 T sementara total nilai nasabah yang dijamin 4900 T dengan rincian, Bank Umum 117 dan 187 juta rekening dengan nominal 4.821 T dan BPR 1,797 T dengan 12 jt rekening

“Dengan rasio antara kekayaan berbanding total nilai jaminan dibawah 2% masih kurang ideal. Sebaiknya nilai ideal adalah  minimal 2,5 %. Namun demikian dengan jaminan UU No. 24 tahun 2014 dan peraturan BI, memudah  LPS untuk mencari sumber dana dalam  membayar jaminan ke nasabah,” bebernya.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) BPR Pasar Rakyat Palembang, Armansyah menyatakan meskipun  BPR berbeda dengan bank umun akan tetapi BPR juga bagian dari perbankan yang dilindungi UU Perbankan. Hal ini sekaligus menepis keraguan masyarakat tentang BPR.

“Perbedaan BPR  dan bank umuk, BPR hanya mempunyai pruduk  tabungan dan deposito beda dengan bank umum boleh mempunyai produk giro,” terang Armansyah.

Ia juga menerangkan tantangan BPR saat ini adalah persaingan dengan bank-bank nasional, bank-bank asing dan bank daerah lokal dan bank daerah lain. Tantangan lain adalh persaingan penyaluran kredit dengan selisih bunga yang tinggi.

“Tingkat suku bunga kredit yang tinggi ini menjadi tantangan kita, sedangkan segmen pasar kita untuk pengusaha kecil dan mikro dengan proses yang cepat,” tegasnya. (Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi