Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Maya     Tanggal : 13 Maret 2018 06:06     Dibaca: 145 Pembaca

Danamon Masih Andalkan Segmen Ritel dan UKM

Customer Service Bank Danamon

Palembang, Detik Sumsel - Bank Danamon Regional Sumatera 2 di tahun 2018 tetap menyasar segmen ritel dan UKM sebagai target dalam bisnis. Bahkan di segmen tersebut pada tahun 2017 telah mengalami peningkatan mencapai Rp 100 miliar.

Regional Head Bank Danamon Regional Sumatera 2, Handriady Chia didampingi Area Manager, Delima Sari mengatakan, secara nasional Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 3,7 triliun pada tahun 2017 atau tumbuh 38 persen. Dari nilai tersebut Sumsel menyumbang terbesar dari sektor ritel.

"Adanya even Asian Games dengan perkembangan infrastruktur juga berpengaruh, untuk itu kita tetap yakin potensi landing di Sumsel besar dengan kontribusi yang baik. Bahkan tahun ini juga akan dibuka Bank Danamon Syariah sebagai untuk dana setoran penyelenggaraan ibadah haji mulai April 2018 sampai Maret 2021," katanya, Senin (12/03).

Ia menambahkan, untuk kredit berdasarkan wilayah, Sumsel mengalami penurunan sebesar -19,85 pesen sedangkan secara per kuartal mengalami penurunan -2,63 persen. Sedangkan dana pihak ketiga Sumsel mencatat adanya penurunan sebanyak -5,86 persen dan Q&Q sebesar -0,41 persen.

Dari sisi pertumbuhan portofolio kredit UKM, enterprise dan consumer mortagage terus bergeser menuju segmen non-mass market. Bank Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen usaha kecil menengah (UKM), enterprise, dan consumer mortgage.

Kredit pada segmen UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 28,5 triliun, portofolio enterprise terdiri dari perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan tumbuh 4 persen menjadi Rp 37,6 triliun. Sementara kredit consumer tumbuh 36 persen menjadi Rp 6 triliun.

"Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 48,3 persen dari 46 persen pada tahun sebelumnya. Deposito menurun 5 persen menjadi Rp 54,1 triliun melalui pelepasan dana mahal," katanya.

Namun dari sisi kualitas aset membaik, melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Untuk total kredit bermasalah secara nasional tercatat turun menjadi 9 persen dan NPL industri naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi