Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 03 April 2018 21:05     Dibaca: 198 Pembaca

Desak Bentuk Komite Kerukunan Umat

Kemas Khoirul Mukhlis

Palembang, Detik Sumsel- Maraknya penghinaan terhadap agama dan simbol-simbol keagamaan terakhir ini perlu disikapi dengan langkah konkrit. Salah satunya dengan mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Komite Kerukunan Umat yang diisi oleh berbagai unsur termasuk kepolisian dan kejaksaan.

"Sekarang tengah heboh puisi yang dibacakan Sukmawati. Jelas dalam bait puisi tersebut ada bait yang bisa menyinggung perasaan umat Islam," kata pemerhati Sosial, Kemas Khoirul Mukhlis, Selasa (3/4).

Menurut Ketua Dewan Wilayah Pergerakan Indonesia Maju Sumsel ini, hampir setiap hari pula di media sosial banyak memuat postingan yang dikhawatirkan memecah kerukunan bangsa. "Memang sudah ada payung hukum yang mengatur penghinaan dan pencemaran agama tersebut, namun dirasa masih kurang efektif. Terbukti dengan masih banyak kasus tersebut dihukum ringan atau tidak ada kejelasan," tambah Mukhlis.

Komite ini nantinya diharapkan bergerak cepat saat ada peristiwa yang diyakini bisa mengganggu kerukunan umat. “Jika terbukti memenuhi unsur pidana, maka kepolisian dan kejaksaan yang ada dalam komite ini segera menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Dalam kaitan puisi Sukmawati, Mukhlis menyesalkan tokoh sekaliber putri Soekarno ini tidak memiliki kepekaan sosial. Apalagi ini puisi yang tentunya telah memiliki berbagai proses persiapan dan tidak spontan. “Karena sudah dilaporkan ke kepolisian, diharapkan masyarakat menantikan proses ini lebih lanjut dan mempercayakan aparat berwajib menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi