Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 22 Juni 2017 17:16     Dibaca: 145 Pembaca

Di Pagaralam Mie Korea Beredar

Foto Istimewa

Pagaralam – Produk mie korea yang beredar di sejumlah wilayah yang mengandung zat babi, dilakukan penarikan dari pasaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Informasi yang dihimpun di lapangan, produk mie korea ini juga sempat beredar dan dijual di Kota Pagaralam beberapa waktu lalu, bahkan ditemui di minimarket. Hanya saja, pasca merebaknya berita di sejumlah media, dimana mie siap saji dimaksud ditarik dari peredaran lantaran mengandung babi, saat ini keberadaannya tiba-tiba menghilang.

Diungkapkan Fitri (26), warga Bangun Rejo ini juga mengaku, sempat membeli beberapa bungkus mie korea disalahsatu minimarket yang ada di Kota Pagaralam. “Mie korea ini tidak beda dengan mie siap saji, hanya saja varian rasanya berbeda dengan produk mie instan lokal, dan harganya sedikit lebih mahal,” ujarnya.

Dirinya juga tak menampik, di kemasan produk tersebut ada lebel halalnya. “Karena ada label halalnya, kita tidak ragu-ragu membelinya. Menariknya lagi, varian rasanya juga berbeda dengan mie instan lokal yang ada di Indonesia,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Dipserindagkop UKM dan PP) Kota Pagaralam, Gindo Simanjuntak melalui Kabid Perdagangan, Rano Fahlesi mengaku, dirinya sudah mendapat informasi adanya penarikan beberapa produk mie korea oleh BPOM. “Kita sudah mendapat informasinya, karena waktunya mepet lebaran, maka kita belum sempat membentuk tim melakukan pengecekan ke lapangan,” ujarnya.

Kendati demikian, Perindagkop diakui Rano sudah turun ke lapangan mengecek beberapa minimarket, bahwa disejumlah minimarket masih beredar beberapa merek mie korea. Hanya saja yang merek produk mie korea yang ditarik BPOM belum kita temui di lapangan. Diantaranya, Shin Tamyun Ramen Black, Mi Instan Yeul Ramen, U-Dong, dan Kimchi dengan importir PT Koin Bumi. “Di lapangan kita temui ada merek lain mie korea yang berbeda dengan nama importir pun juga beda. Kita imbau, waspada jika membeli mie korea, jika menemukan mie yang dilarang oleh BPOM segera laporkan,” ujarnya seraya mengatakan rencananya usai hari raya Idul Fitri akan dibentuk tim lintas sektoral untuk melakukan pengawasan.(gud)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi