Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 16 April 2018 12:09     Dibaca: 1010 Pembaca

Dianiaya Atasan, Bripda Ranu Pranata Lapor Polisi

Bripda Ranu Pranata saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Sabtu (14/4)

Palembang, Detik Sumsel -- Bripda Ranu Pranata terpaksa menjalani perawatan dikamar No 8, ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang, akibat luka memar ditubuh dan kepalanya yang diduga telah dianiaya oleh atasan nya Kanit Regindent Polres Musi Rawas Ipda NRA.

Akibat dari ulah atasan nya tersebut Bripda Ranu Pranata memberikan kuasa kepada ayah kandung nya Ramaiyudin (49), melaporkan Kanit Regindent Polres Musi Rawas Ipda NRA ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Sabtu (14/4).

Ditemui usai membuat laporan Ramaiyudin sangat menyayangkan penganiayaan yang dilakukan oleh Ipda NRA kepada anaknya hingga menyebabkan anaknya dirawat di rumah sakit.

"Saya berharap dengan laporan ini, pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatan nya, karena apa yang dilakukan oleh pelaku tidak sesuai karena pelaku adalah seorang pimpinan. Bagaimana jika nanti pelaku menjadi Kapolsek, Kapolres bahkan Kapolda pasti dia akan lebih semena - mena terhadap bawahan nya, ya kalau anak saya salah silakan dihukum tapi ini anak saya tidak bersalah apa lagi melakukan pelanggaran malah dianiaya,"katanya.

Sementara itu, ditemui diruang perawatan Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Bripda Ranu Pranata menceritakan kejadian penganiayaan yang dialami nya berawal dirinya berdinas di Satlantas Polres Musi Rawas Jumat (13/4) Bripda Ranu Pranata mendapatkan Sprin Pengamanan dari Kanit Dikyasa untuk bertugas di Jalan Marga Mulya tepatnya dirumah pribadi Bupati Musi Rawas. Mendapatkan Sprin tersebut Bripda Ranu Pranata segera melaksanakan tugas yang diberikan kepada nya.

"Tapi saya ditelepon oleh Ipda NRA agar segera merapat ke rumah dinas Bupati Musi Rawas, Ipda NRA sambil berkata kepada saya kamu nggak yakin sama saya, saya tanggung jawab nanti saya yang bilang sama Kasat pokoknya kamu segera merapat ke rumah dinas Bupati jam dua siang,"katanya.

Dikatakannya, mendapatkan perintah tersebut Ranu Pranata memenuhi permintaan Ipda NRA dan bertemu dengan Ipda NRA didepan Pendopo rumah dinas sekitar pukul 14 : 10. Padahal Sprin nya bukan di rumah dinas Bupati.

"Saat itu Ipda NRA langsung memanggil saya secara tiba-tiba memukul kepala badan, tidak sampai disitu saya juga dimasukkan ke dalam mobil dan dianiaya didalam mobil. Saya sempat lari tapi dikejar nya,"tambahnya.

Setelah puas menganiaya Bripda Ranu Pranata, Ipda NRA meninggalkan Bripda Ranu Pranata dengan badan yang lemah Bripda Ranu Pranata pergi meninggalkan Tempat Kejadian ditemani teman seliting nya untuk berobat ke rumah sakit setempat.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kasusnya masih dalam penyelidikan untuk dikembangkan.

"Jika hasil penyelidikan ditemukan unsur penganiayaan, maka terlapor akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku, sanksi nya bisa etika profesi. Tapi kalau pelapor memang salah kan tidak bisa dianiaya apalagi sampai masuk rumah sakit, terlapor bisa kena pasal penganiayaan,"pungkasnya.

Saat ini laporan pelopor sudah diterima dengan nomor STTLP / 305/ IV / SPKT / 2018. Selanjutnya akan dilimpahkan ke Ditreskrium untuk ditindaklanjuti.(oji)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi