Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 01 Desember 2017 20:27     Dibaca: 1296 Pembaca

Dibahas Dalam Waktu Yang Singkat, RAPBD OKU Tahun 2018 di Sahkan

Foto Istimewa

Baturaja, Detik Sumsel - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Menggelar rapat paripurna pengesahan Rancangan Anggaran dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2018. kamis malam (30/11).

Paripurna tersebut dihadiri oleh Bupati OKU Drs Kuryana Aziz dan dibuka secara langsung Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani SE didampingi unsur pimpinan DPRD OKU Ferlan Yuliansah Id Murod.

Dalam rapat tersebut, hasil kesepakatan anggota DPRD kab OKU terdengarkah ketukan palu, mengesahkan R- APBD OKU tahun 2018. Pengesahan R- APBD OKU tahun 2018 ini juga ditandai dengan penandatanganan bersama oleh Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dan Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani.

Laporan Badan Anggaran (Banggar)  DPRD OKU, RAPBD Tahun 2018 meskipun berhasil menggenjot Pendaparan Daerah dari tahun sebelumnya tapi masih mengalami defisit sebesar Rp 152.377.344.773.-Berdasarkan perhitungan jumlah Pendapatan Daerah Tahun 2018 sebesar Rp 1.311.318.197 yang terdiri dari Pendatapan Asli Daerah (PAD)  sebesar Rp 159.534.221.791.- Dana Perimbangan sebesar Rp 910.502.471.000.- ditambah Lain - lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp 241.274.625.400.-

 

 

 

 

 

 

"Sedangkan belanja derah sebesar Rp 1.463.688.662.970.- yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 756.078.146.560.- atau sebesar 51,65 % dari total belanja. Dan belanja langsung sebesar Rp 707.610.516.410, atau sebesar 48,35 %,"kata Ir. Ramawala juru bicara Banggar DPRD OKU saat membacakan hasil pembahasan dan penelitian Banggar DPRD OKU tentang RAPBD Kabupaten OKU Tahun 2018 pada Kamis malam (30/11).

Selanjutnya kata Ramawala sesuai dengan Draf RAPBD yang di sampaikan Pemerintah, Legislatif bersepakat  nilai Pendapatan Daerah terjadi kenaikan  159 Miliar lebih jika di banding tahun 2017 hanya Rp.1.151.552.672.766-.

Namun di tegaskanya  Badan Anggaran bersepakat nilai belanja disejumlah sektor memgalami kanaikan hingga total belanja tahun 2018 sebesar Rp:1.463.668.662.970.-Penambahan dana belanja ini kata Jubir Badan Anggaran itu menggunakan Silpa tahun 2017.

Ketua DPRD  OKU Zaplin Epani SE  di dampingi  wakil ketua Ferlan Yuliansyah ID Murod mengakui,selama pembahasan APBD OKU tahun 2018 terjadi perdebatan sengit antara Dewan dan Legislatif.

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan pendapat ini tak lain bertujuan agar sistem penganggaran sebuah rencana benar benar efektif dan efesien menyasar seluruh lini yang menyangkut hajat hidup rakyat  ”Kalaupun terjadi adu argumen, karena Dewan ingin mengetahui detail setiap mata pasal yang di anggarkan, tujuanya tak lain  kepentingan bersama bermuara pada  hajat hidup dan pelayanan pada masyarakat ” kata Zaplin.

Pembahasan APBD OKU tahun  2018 rampung dalam waktu satu Minggu, setelah Eksekutif bersama Komisi Komisi, Fraksi terkait, Badan Anggaran yang bekerja ekstra siang dan malam  “inilah pungsi Wakil Rakyat yang harus bekerja keras di saat rakyatnya tidur pulas,Tanggungjawab berat ini harus selesai karena menyangkut masa depan Daerah dan hajat hidup orang banyak ” ungkap Zaplin.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Azis mengatakan, pembahasan R-APBD OKU 2018 kali ini dilaksanakan dalam waktu cukup singkat. Hal ini dilakukan demi kepentingan pembangunan daerah dan keberlanjutan pembangunan di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat dalam pembahasan RAPBD ini," ucapnya.

 

 

 

 

 

 

Hasil pembahasan ini akan segera disampaikan ke Gubernur (pemerintah provinsi sumsel) untuk dilakukan evaluasi. Paling lambat 3 hari kerja setelah penandatanganan.

"Jika hasil evaluasi tidak ada perubahan maka Raperda tentang APBD akan ditetapkan penjadi Perda OKU. Sebaliknya jika ada evaluasi maka bupati bersama DPRD harus menyesuaikan dan menyempurnakan kembali APBD tersebut," katanya.

Dengan sudah disahkannya RAPBD ini, artinya pemerintah sudah mempunyai pedoman untuk melaksanakan kegiatan pembangunan dan kerja pemerintah kabupaten. "Ini semua dilakukan untuk kemajuan daerah berjuluk bumi sebimbing sekundang," ungkapnya. 

 

 

 

 

 

Di akui Kuryana, jumlah belanja tahun ini Pemerintah dihadapkan pada keuangan yang sulit karena terjadi pemangkasan dana Perimbangan oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp:35.489,275,000,-


Meskipun demikian pihaknya bersama sama Dewan  bersepakat untuk melakukan efesiensi anggaran menempuh Skenario pembangunan Skala Prioritas dengan cara  memangkas belanja yang dinilai belum mendesak.

Selain pungsi Eksekutif dan Legislatif yang selalu kompak membahas dan membuat keputusan, Peningkatan nilai pendapatan itu tidak terlepas dari peran serta dan kesadaran masyarakat  dalam membayar pajak serta Retribusi sebagai penunjang pendapatan daerah.

Selain itu Pemerintah Kabupaten  juga mendapat kenaikan Pendapatan hasil penghargaan (Reward)  kuangan dari Pemerintah pusat  atas kinerja Pemerintah Daerah bidang tata kelola Keuangan yang menyandang setatus  Opini (WTP) Wajar Tanpa Pengecualian,serta pembahasan APBD yang selalu selesai tepat waktu.(Adv/fei) 


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi