Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 31 Mei 2018 20:17     Dibaca: 282 Pembaca

Diduga Jadi Lokasi Prostitusi, Warung Remang Ditutup

Nampak petugas kepolisian menutup warung remang-remang Desa Ibul Besar I Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir

Indralaya, Detik Sumsel - Warung remang-remang/Kafe di Desa Ibul Besar I Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir masih beroperasi selama bulan ramadhan ini,  yang keberadaannya meresahkan warga karena menimbulkan suara bising serta diduga menjadi lokasi peredaran Narkoba dan prostitusi.

Oleh petugas, operasi warung ini dihentikan, Penertiban ini, sebagai bentuk respon atas laporan masyarakat ke Polda Sumsel melalui via Sms Online.

Penertipan ini dilakukan Personil Polsek Pemulutan dipimpin oleh Kanit Sabhara Ipda Heri bersama Personil Dit Narkoba Polda Sumsel dipimpin oleh Kompol Efrianto Tambunan, Satpol PP dan pihak Kecamatan dengan mendatangi warung remang-remang/kafe tersebut yang diketahui milik Edi Cobra warga setempat yang ternyata masih beroperasional.

Kapolsek Pemulutan AKP Zaldi, S.H.,M.Si mengatakan berdasarkan informasi dihimpun Warung remang-remang yang berbentuk pondok sederhana yang terbuat dari kayu papan yang mana didalamnya terdapat ruangan kamar-kamar kecil diduga digunakan sebagai tempat prostitusi. 

" Pada saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan dan barang, terdapat 7 orang pengunjung laki-laki dan 6 orang wanita malam untuk menemani tamu serta terdapat 3 jerigen minuman tuak namun tidak ditemukan adanya Narkoba,"kata Kapolsek kepada Detiksumsel, Kamis (31/5).

Kapolsek menjelaskan kemudian Unit Reskrim Polsek Pemulutan melakukan pemanggilan terhadap pemilik warung remang-remang tersebut yang diketahui bernama Edi Cobra Bin Saiful (47), Radit Bin Sarifudin (52), dan A. Gani Bin Hasan (51).

"Kemudian sekira pukul 14.30 Wib, Tim gabungan dari unsur Muspika (Polsek,Koramil dan Kecamatan) dibantu dari Tim Satpol PP Kabupaten OI melakukan penutupan warung remang-remang tersebut dan memberikan himbauan dan peringatan kepada para pemilik warung remang-remang, untuk tidak membuka lagi, apabila masih dibuka kembali akan dilakukan tindakan sesuai dengan Peraturan dan Hukum yang berlaku. Selanjutnya para pemilik warung remang-remang tersebut membuat Surat Pernyataan untuk tidak membuka kembali,"tandasnya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi