Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 01 Juli 2018 22:16     Dibaca: 806 Pembaca

Difitnah, Komisioner Panwas ME lapor Polisi

Aruji didampingi penasehat hukumnya saat melapor ke Mapolda Sumsel.F: Poetra/Detik Sumsel

Palembang, Detik Sumsel, - merasa difitna oleh kuasa hukum Paslon, Salah satu Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Muaraenim, Aruji (53) mendatangi SPKT Polda Sumsel, guna melapor, Minggu (1/7) sore.

Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) tersebut melaporkan kuasa hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Muaraenim nomor urut 1, 2, dan 3 karena merasa telah difitnah dan dicemarkan nama baiknya.

Kuasa hukum masing-masing paslon yang dilaporkan yakni Riasan Syahri yang mewakili paslon nomor satu, Hardiansyah yang mewakili paslon nomor dua, serta Firmansyah yang mewakili Paslon nomor tiga.

Usai melapor, Aruji berujar, pelaporan tersebut berawal dari adanya surat dari gabungan kuasa hukum paslon bupati-wakil bupati yang kalah versi hitung cepat terhadap Ketua Panwaslu Muaraenim Suprayitno.

Isi dari surat tersebut yakni untuk tidak melibatkan Aruji dalam pemeriksaan terkait adanya dugaan politik uang dalam pilkada di Muaraenim tersebut. "Dalam surat tersebut disebutkan bahwa alasan jangan melibatkan saya dalam pemeriksaan dugaan politik uang karena saya memiliki hubungan kekerabatan dengan calon bupati Ahmad Yani (AY) yang menang Pilkada versi hitung cepat. Padahal saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Ahmad Yani," ujar Aruji.

Akibat dari adanya tuduhan dalam surat tersebut, Aruji merasa kinerjanya di panwaslu terganggu dan dirugikan."Saya sudah tiga kali dipercaya menjadi Panwaslu Muaraenim. Berdasarkan hal tersebut pun kredibilitas saya kuat. Namun adanya tuduhan dari para timses ini saya jadi terganggu," jelasnya.

Dari itulah Aruji melaporkan para kuasa hukum tiga Paslon tersebut atas pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan 311 KUHP tentang fitnah.

Paur Siaga 3 SPKT Polda Sumsel Iptu Jara Fandri membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dari pelapor. Laporan Aruji diterima dalam nomor LPB/500/VII/2018/SPKT. "Laporan sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum," ujarnya. (Vot)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi