Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 03 Juli 2018 19:37     Dibaca: 178 Pembaca

Dijerat Pasal Berlapis, dr Aborsi Terancam 10 Tahun Bui

dr Wim Ghazali pelaku aborsi saat menjalani persidangan di PN Klas 1 A khusus Palembang.F:Poetra /Detik Sumsel

Palembang, Detik Sumsel, -Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Purnama Sofyan SH MH menjerat dr. Wim Ghazali terdakwa pelaku aborsi dengan tiga pasal sekaligus.Hal tersebut terungkap saat JPU Purnama Sofyan membacakan surat dakwaan untuk terdakwa dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (3/7).

Dalam surat dakwaan JPU yang ancamanya 10 tahun penjara ini, perbuatan terdakwa bermula pada hari Selasa Desember 2017 sekira pukul 18.00 WIB,bertempat di Ruang Praktek dr. Wim Ghazali di Yayasan Dr. Muhammad Ali Lantai 2 di Jalan Sudirman No. 102 Palembang. Terdakwa Mencoba melakukan kejahatan Dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 Ayat (2).

Dimana, datang Nurmiyati Alias Mia Binti Jon Hendri (penuntutan dilakukan terpisah) sebagai pasien Terdakwa, saat itu Nurmiyati Alias Mia mengatakan kepada Terdakwa bahwa ia telah hamil dan ingin menggugurkan kandungannya, dan Terdakwa pun menyanggupi permintaan Nurmiyati Alias Mia untuk menggugurkan kandungannya dengan tarif sebesar Rp.2.300.000.

Setelah bersepakat, Terdakwa meminta Nurmiyati Alias Mia untuk berbaring di tempat tidur pasien lalu memeriksa kondisi kesehatan Nurmiyati Alias Mia berupa pengecekan kondisi tensi darah/tekanan darah, kondisi jantung dan paru-paru, juga riwayat penyakit Nurmiyati Alias Mia seperti penyakit jantung, maag dan keputihan namun Nurmiyati Alias Mia menyatakan bahwa dirinya tidak ada penyakit jantung dan maag hanya ada penyakit keputihan saja, lalu Terdakwa juga memeriksa kondisi kandungan Nurmiyati Alias Mia, dan mengatakan bahwa saat itu kandungan Nurmiyati Alias Mia berusia kurang lebih 1 (satu) bulan dan dapat digugurkan dengan cara diberi suntikan.

Nurmiyati Alias Mia pun tidak berkeberatan atas tindakan tersebut. Kemudian Terdakwa memberikan vitamin Neurotonic melalui suntikan kepada Nurmiyati Alias Mia sebanyak 2 (dua) kali yaitu di bagian pantat sebelah kiri dan sebelah kanan, selain itu Terdakwa juga memberikan obat yang akan dimakan oleh Nurmiyati Alias Mia yaitu obat merk Cytosol Misoprostol yang dimasukkan ke dalam capsul obat warna hijau putih sebanyak 9 (sembilan) butir yang dimakan pada pukul 20.00 WIB sebanyak 3 (tiga) butir capsul, dan keesokan harinya pada pukul 07.00 WIB sebanyak 3 (tiga) butir capsul dan siang harinya sebanyak 3 (tiga) butir capsul dengan maksud agar dosisnya menjadi tinggi, obat merk Formuno sebanyak 3 (tiga) butir capsul dan obat merk Dasabion sebanyak 3 (tiga) butir capsul yang dimakan 1 (satu) jam setelah makan obat Cytosol Misoprostol masing-masing 1 (satu) butir capsul.

Dan saat itu Terdakwa mengatakan bahwa dengan suntikan dan obat-obatan yang diberikan kepada Nurmiyati Alias Mia akan mengeluarkan gumpalan darah atau janin melalui alat kelamin Nurmiyati Alias Mia, namun jika sampai keesokan harinya belum ada gumpalan darah yang keluar maka Terdakwa meminta agar Nurmiyati Alias Mia harus datang kembali ke tempat praktek Terdakwa.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 06 Desember 2017, setelah semua obat yang diberikan oleh Terdakwa dimakan oleh Nurmiyati Alias Mia namun tidak ada gumpalan darah yang keluar. Kemudian sekira pukul 17.30 WIB, Nurmiyati Alias Mia kembali datang ke tempat praktek Terdakwa, dan saat itu Nurmiyati Alias Mia mengatakan bahwa ia telah memakan semua obat yang diberikan kepadanya sesuai dengan petunjuk Terdakwa namun darah yang keluar hanya sedikit.

Lalu Terdakwa meminta Nurmiyati Alias Mia untuk berbaring di tempat tidur pasien dan memeriksa kembali kondisi kandungan Nurmiyati Alias Mia dengan cara meraba perut atau kandungan Nurmiyati Alias Mia kemudian mengatakan bahwa janin Nurmiyati Alias Mia masih ada.

Ketika akan menyuntikkan kembali vitamin Neurotonic, Terdakwa meminta Nurmiyati Alias Mia untuk buang air kecil, tiba-tiba datang Anggota Kepolisian dari Polda Sumsel yang diantaranya Beben Bentar Hery Sutrisno, M. Dwi Satria Pahlevi dan Daniel Nataldo Lubis yang langsung mengamankan Terdakwa dan Nurmiyati Alias Mia yang sedang berusaha menggugurkan kandungan Nurmiyati Alias Mia. Selanjutnya Terdakwa, Nurmiyati Alias Mia bersama dengan barang bukti dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Perbuatan terdakwa dr. Wim M Ghazali sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 194 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP. Atau kedua perbuatan terdakwa dr. Wim Ghazali sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 77A UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 53 Ayat (1).Atau ketiga perbuatan terdakwa dr. Wim Ghazali sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 349 KUHP Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP,"ujar JPU Purnama.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU,majelis hakim yang diketuai Yohanes Panji SH menunda jalannya persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(vot)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi