Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Dodi Chandra     Tanggal : 12 Februari 2018 15:19     Dibaca: 575 Pembaca

Dilanda kekeringan, 367 Hektar Sawah di Mura Terancam Gagal Panen

Foto ilustrasi (net)

Muara Beliti, Detik Sumsel -Memasuki musim tanam pertama 2018 ini, lahan persawahan di beberapa desa di Kecamatan Tugumulyo mulai dilanda kekeringan. Selain tak dapat menanam padi, petani yang sudah terlanjur melakukan penanaman padi pun terancam gagal panen lantaran tanaman padi mereka akan mati.

Data dihimpun dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas, lahan persawahan di Tugumulyo yang kekurangan air terdapat di Kelurahan B Srikaton 40 hektar, C Nawangsasi 100 hektar, I Sukomulyo 77 hektar dan J Ngadirejo 150 hektar. Belum termasuk wilayah Desa Dwijaya, L Sidoarjo, V Surodadi dan beberapa desa lainya.

“Kami itu kemarin cari air untuk sawah kami sampai ke Ketuan sana, disana banyak sekali bendungan. Kami datang dan membuka bendungan itu, ya diperbolehkan oleh pemilik kolam, namun ketika kami pergi langsung ditutup kembali,” ujar Pur (43) salah seorang petani Desa V Surodadi, Senin (12/2).

 Lanjut ia, untuk saat ini lahan persawahan di desanya sudah waktunya untuk olah lahan, namun karena tidak air membuat petani menunda olah tanah dan penanaman padi. Sementara semaian padi sudah cukup umur.

“Kalau umur padi sudah ada 25 harian pokoknya siap tanam, kalau begitu sawah ada air. Olah tanah dan siap tanam, kami rencanya juga akan mencari air bersama-sama dengan petani lain,” ujarnya.

Senada yang disampaikan oleh Tomas (56) salah seorang petani Desa J Ngadirejo Kecamatan Tugumulyo mengatakan, pencarian air yang dilakukan oleh petani di desanya dan menjebol bendungan liar di saluran irigasi dua hari lalu. Hanya bertahan sekitar 3 jam, setelah itu air tidak mengalir lagi.

“Pas ramai-ramai air mengalir, namun petani pulang langsung surut. Saat ini pun sudah tak mengalir lagi saluran irigasi di desa kami,” ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Tugumulyo, Suyono menyatakan, untuk di desanya J Ngadirejo memang kekurangan air, juga terjadi di Desa C Nawangsasi, I Sukomulyo, B Srikaton, E Wonokerto dan Dwijaya. Kekurangan air ini, membuat petani terkendala untuk segera melakukan penanaman padi.

“Kalau data yang sudah kami laporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan, sekitar 217  hektar. Rencanya kalau air tak sampai ke lahan persawahan, kami akan bersama-sama menyisir saluran irigasi dan membuka bendungan liar. Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing yang lahan persawahan di wilayah tersebut kekurangan air,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekertaris Distanak Mura Tohirin menyatakan, Pemkab Mura akan melakukan penertiban jaringan irigasi Bendung Kelingi (BK) pada tahun ini.

Pasalnya sudah bertahun-tahun, para petani padi di Kawasan Merasi maupun Muara Beliti kesulitan untuk mendapatkan air. Bahkan lahan persawahan meraka pun beralih fungsi lantaran tidak adanya ketersedian air.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, silahkan ditertibkan asalkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lanjut ia, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu dengan berkoordinasi dengan Satpol PP, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS), Dinas PU Pengairan dan Dinas Perikanan.

“Prinsipnya dan mekanismenya sama dengan yang di Megang Tikip itu, petani kolam dipanggil, pemilik kolam yang melanggar akan diberikan peringatan untuk memperbaiki konstruksi. Apabila tidak bisa, maka ditutup,” imbuhnya.

Disinggung dengan banyaknya kolam air deras (KAD) yang mengambil air dari saluran primer. Iapun menegasakan, jika hal tersebut dilarang dan melanggar aturan.

“Waktu rapat di Hotel Dafam lalu, saya tanyakan apakah aturan itu masih berlaku atau tidak. Ternyata masih berlaku dan diharamkan untuk mengambil air dari saluran primer, terlebih irigasi di itu dibangun diperuntukan untuk pertanian bukan untuk perikanan,” tegasnya.(awa)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi