Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 13 Maret 2018 18:00     Dibaca: 244 Pembaca

Dinkes Imbau Masyarakat Hati-Hati Konsumsi Obat

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Palembang, Hj Sri Yulia Ningsih SKM MKes

Palembang, Detik Sumsel- Mengonsumsi obat merupakan salah satu upaya masyarakat untuk mengobati penyakit yang diderita setelah melalui pemeriksaan di rumah sakit (RS), dokter, ataupun Puskesmas setempat. Namun, ada hal yang harus diperhatikan setiap masyarakat dalam mengonsumsi obat-obat tersebut, baik jadwal konsumsi yang dianjurkan ataupun tanggal kadaluarsanya.

Dijelaskan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan, Hj Sri Yulia Ningsih SKM MKes, sebelum mengonsumsi obat, baik melalui RS ataupun apotek, masyarakat haruslah cerdas dalam mengetahui sifat dan cara pakai obat agar penggunaannya dapat lebih tepat dan aman serta tidak menimbulkan kesalahan penggunaan obat.

"Karena kurangnya informasi yang didapatkan mengenai cara penggunaan obat yang benar itu dapat berdampak sebaliknya, jadi berhati-hati dan teliti dahulu sebelum mengonsumsi obat," ujarnya, Selasa (13/03).

Dalam mengonsumsi obat, dirinya menganjurkan jarak waktu setiap konsumsi, yaitu 8 jam sekali. Hal tersebut berguna agar lebih teraturnya interaksi obat dengan tubuh.

"Biasanya kan kalau di Puskesmas, sering kita dengar dikatakan obat tersebut dimakan 3x1 atau 2x1. Namun untuk penjelasan akhirnya itu tidak ada. Seharusnya penjelasan akhir itu dijelaskan 3x1 itu bukannya setelah makan ataupun mau tidur, seharusnya tidak seperti itu," ungkapnya.

Menurutnya, jarak antara waktu pengonsumsian obat haruslah terhitung dengan waktu yang tepat. "Harus ada jarak jamnya, contohnya jika tiga kali dalam sehari, yaitu dimakan jam 06.00 pagi lalu dilanjutkan pukul 14.00 siang, kemudian yang ketiga kalinya pukul 22.00 malam. Itulah waktu yang tepat dalam konsumsinya, yaitu 8 jam, jadi penjelasan harusnya bukan habis makan, sebelum tidur atau bangun tidur," jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan bagi masyarakat yang mengonsumsi obat berbentuk cair atau sirup, obat tidak dikonsumsi kembali setelah jangka waktu satu minggu setelah waktu dibuka. "Untuk obat berbentuk sirup, kita harapkan jangka waktu seminggu setelah dibuka untuk tidak dikonsumsi lagi, karena kebanyakan kan masyarakat sering tetap menyimpan di kulkas katanya aman sampai berbulan-bulan, sebenarnya itu berbahaya," pungkasnya. (Wira)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi