Diposting oleh : Iyan Ds     Tanggal : 10 September 2017 18:04     Dibaca: 295 Pembaca

Barito Putra Taklukkan SFC 2-0. Ini Harapan Fans pada Manajemen Klub

Foto ilustrasi logo SFC

Palembang, Detik Sumsel-Upaya Sriwijaya FC bangkit dari keterpurukan saat bertandang ke markas Barito Putra justru berakhir dengan tragis.

Laskar Wong Kito harus kembali harus menelan pil pahit, usai dipermalukan tuan rumah Laskar Antasari dua gol tanpa balas saat kedua tim berhadapan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (10/09) sore.

Tim besutan Pelatih Kepala Hartono Ruslan harus pulang dengan wajah tertunduk lewat dua gol yang dilesakkan Hansamu Yama menit 17 dan Douglas Packer menit 45. Kekalahan ini membuat SFC tidak beranjak dari posisi 12 klasemen sementara dengan 28 poin, dari 23 laga.

Sementara bagi Barito Putra, kemenangan ini sekaligus membalasakan kekalahan dilaga sebelumnya pada putaran pertama, kala ditaklukkan SFC 3-2. Suntikan tiga poin juga mendongkrak posisi mereka ke urutan 8 klasemen sementara, dengan raihan 34 poin dari 23 pertandingan.

Dua kekalahan beruntun yang diderita SFC di pentas Liga 1 Indonesia 2017 membuat masyarakat Sumatera Selatan dan pendukung tim di seluruh Indonesia kembali mempertanyakan keseriusan manajemen klub dalam melakukan pembenahan didalam internal tim. Karena itu, fans dan suporter menginginkan agar manajemen tim dan jajaran pelatih maupun pemain tidak menutup diri dan mau mendengarkan kritik dan saran yang disampaikan kepada SFC, yang bersifat membangun dan demi kemajuan klub. 

Apalagi setelah ini, SFC akan kunjungan tim papan atas PSM Makassar, Minggu (17/09) nanti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Apabila tim tidak segera berbenah dan memperbaiki diri, Maka bukan tidak mungkin tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu akan mempermalukan Laskar Wong Kito, seperti yang dilakukan Persib Bandung, saat membantai SFC 1-4.

Seperti yang diungkapkan Tomi Pratama, fans SFC asal Plaju. Menurut dia, manajemen SFC harus terbuka dalam menerima saran dan kritik yang disampaikan masyarakat sebagai pendukung tim. Baik itu yang disampaikan secara langsung, maupun melalui media sosial.  

"Karena itu (saran dan kritik) merupakan bentuk rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap SFC, sebagai tim kebangaan kita,"ungkapnya.

Karyawan swasta ini pun menyarankan, manajemen klub bisa sedikit meluangkan waktunya untuk bertemu langsung dan bersilaturahmi dengan berbagai elemen pendukung SFC. Gunakan kesempatan itu sebagai sarana untuk berdiskusi mengenai berbagai hal maupun problem yang tengah dihadapi klub.

"Dengan begitu, masyarakat sebagai pendukung SFC dapat mengetahui dan memahami kondisi tim saat ini. Ya syukur-syukur dari pertemuan itu bisa diperoleh solusi dan jalan keluar yang dibutuhkan oleh klub,"harapnya.

Ya, menurunnya performa SFC pada kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 telah membuat pendukung tim dari berbagai kalangan merasa sedih dan kecewa. Berbagai cara pun dilakukan untuk meluapkan kekecewaannya.

Meski begitu, pecinta SFC tetap berharap tim kebangaannya bisa kembali bangkit dan berjaya di kancah sepakbola tanah air, dengan memberikan dukungan moril maupun melantunkan doa. Seperti yang dilakukan eks manajer tim periode 2009-2012 Hendri Zainuddin, Rabu (06/09) malam lalu di Numa Coffee.

Bersama eks penggawa SFC (2004-2013) yang pernah berjasa mengantarkan tim kebanggaan masyarakat Sumsel meraih gelar double winner edisi 2007, sekaligus legenda hidup Laskar Wong Kito, Ferry Rotinsulu dan Mahyadi Panggabean (2010-2013) yang menjadi bagian dari tim peraih kampium pada kompetisi edisi 2011-2012 lalu serta pendukung tim lainnya, mereka berkumpul membaca surah Yasin dan diakhiri dengan doa untuk SFC.

“Doa bersama ini kita gelar agar SFC bisa segera keluar dari keterpurukan dan untuk umat muslim di Rohingya, Myanmar,"terang HZ, panggilan akrabnya.

Dia berharap, perjalanan SFC dalam mengarungi pentas sepakbola di tanah air dapat segera membaik, seperti yang telah ditorehkan sebelumnya. "Musim ini, SFC seperti kehilangan ruh permainan. Sebagai pihak yang berada di luar manajemen, kita hanya bisa mendoakan agar SFC segera bangkit,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Ferry Rotinsulu menyampaikan, dilihat dari materi pemain saat ini sebenarnya tidak ada yang salah. Masih ada nama-nama pemain seperti Hilton Moreira dan Alberto Gonzalves, Yu Hyun Koo maupun pemain lainnya yang berkualitas dan dapat diandalkan.

“Tapi, mungkin ada sesuatu yang harus diubah. Bisa saja ada cemistry yang hilang didalam tim. Mungkin juga, ada suasana yang berbeda dan itu hanya pemain yang bisa merasakan sendiri. Hanya mereka yang tahu, apakah terkait kenyamanan, kurang motivasi dan faktor lain,”tuturnya.

Mantan kiper Timnas ini hanya bisa mendoakan, semoga SFC bisa segera bangkit dan membuat semua pendukung setia bergembira kembali. “Musim ini memang ujian terberat bagi SFC. Tentu, bagi orang-orang yang benar-benar mencintai SFC, sangat berharap tim ini cepat keluar dari keterpurukan dan memberikan yang terbaik untuk Sumsel,”pungkasnya. (Iyop)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi