Situs Berita Detik Sumsel
Redaksi Detiksumsel.com
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 05 Januari 2018 07:16     Dibaca: 250 Pembaca

Dirut PT SBP Dilaporkan Konsumennya ke Polisi

Istimewa

Palembang, Detik Sumsel -- Merasa ditipu saat memesan bahan material besi dan semen dengan kerugian mencapai 46 juta di PT Sumber Benton Pelangi (SBP) yang beralamat di Jalan Puncak Sekuning No 37, RT 7, RW 02 Kelurahan Lorok PAjko IB II Palembang.

Syah Alam mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang Kamis (4/1/2018) untuk melaporkan Jimmy Wijaya Dirut PT Sumber Benton Pelangi (SBP).

Laporannya diterima oleh Ipda Bambang Harianto dengan nomor TBL/030/I/2018/SUMSEL/RESTA/SPKT tertanggal 04 Januari 2018 dengan aduan Penipuan dan Pengelapan dalam pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

Dihadapan petugas dirinya menceritakan bahwa telah oleh Jimmy Wijaya berawal saat dirinya memesan bahan material (besi dan semen), dengan jumlah keseluruhan sebesar RP 46 Juta pada Sabtu (30/12/2017), dibank Sumsel Babel, cabang Siloam, Kecamatan IB I, Palembang untuk melakukan pembayaran tersebut dengan memberikan cek nota kepada terlapor.

"Waktu itu saya memesan bahan material besi dan semen, beli disana. Namun setelah pembayaran saya ditipu,”Ceritanya kepada detik sumsel usai membuat laporan. 

Dijelaskannya, Jimmy meminta cek kembali dengan alasan untuk penandatanganannya saja. Akan tetapi pada 30 Desember 2017. Pada saat uang di rekeningnya masuk, ia langsung menghubungi terlapor dan mengatakan untuk mencairkan cek yang ia berikan pada saat itu sebesar Rp 46 juta, tetapi terlapor mengambil uang miliknya sebesar Rp 83juta.

“Saya sudah datangi terlapor, agar mengembalikan uang saya. Tetapi dia tidak mau, oleh inilah saya terpaksa laporkan. Karena saya merasa tertipu,”tambahnya.

Sementara itu, Ipda Bambang Harianto, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan korban. 

“Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh unit Pidana Khusus (Pidsus) Polresta Palembang,”Singkatnya.(Oj1)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi