Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 21 Agustus 2017 18:15     Dibaca: 147 Pembaca

Dirut PT Simpari : Kades Ngotot Minta Fee Pembangunan Perumahan GGR

Parlen Pardede Mantan kades manggul saat jalani persidangan. Di PN klas 1 A khusus Palembang.

Palembang, Detik Sumsel- Mantan Kepala Desa (Kades) Manggul, Parlen Pardede (36) diduga bersikeras meminta fee pembangunan perumahan Green Garden Residen (GGR) di wilayah Desa Manggul Kabupaten Lahat. Hal ini disampaikan Direktur PT Silampari, Drs Thamrin Hasan (55) disaat bersaksi diruang sidang Pengadilan Tipikor Klas IA Palembang, Senin (21/8).

"Ketika itu pak Kades meminta fee berupa rumah baru untuk perencanaan pembangunan perumahan dalam artiannya baru dapat menyelesaikan tanda tangan untuk blangko surat dari BPN‎, bahkan saya merasa keberatan atas permintaannya tersebut," ungkap Thamrin.

Selain itu, saksi Thamrin pun menjelaskan kepada stafnya agar disampaikan kepada Kepala Desa diman untuk pembangunan perumahan yang dibangun dari program pemerintah hunian Rumah Sangat Sederhana (RSS) di tahun 2017 tersebut telah habis terjual dengan harga perunitnya Rp 123 Juta.

"Tolong disampaikan kepada pak Kades bahwa rumah yang diminta itu sudah terjual, bahkan pak Kades tersebut tetap ngotot meminta Fee nya, jika rumahnya telah terjual habis, tidak apa-apa uang nya saja senilai harga satu rumah yang terjual yakni Rp 123 Juta," ungkap Thamrin seraya menirukan perkataan dari Syahril yang sering komunikasi melalui telepon dengan pak Kades karena baru bertemu tiga kali ini.

Setelah menerima laporan dari staf PT Simpari yang menyebutkan bahwa Kades tersebut tetap ngotot meminta satu unit perumahan atau uang tunai sebesar Rp 123 Juta. Lalu kemudian Direktur PT Silampari langsung berkoordinasi deng Polres setempat guna mengadukan kejadian yang dialaminya, "Saya melaporkan kejadian tersebut ke Poplres, Sebelum menyerahkan uang atas permintaan dari Kades tersebut berkisar Rp 123 Juta yang diantar langsung oleh pak Syahril yang merupakan staf saya sendiri," jelas Thamril dihadapan JPU.

Selanjutnya‎ Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lahat, Ari Afriansyah SH, M Ariansyah SH dan M Jimmy ‎ SH mendakwa perbuatan terdakwa Parlen Pardede dengan dakwaan dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan juga dakwaan kedau dalam pasal 3  ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.(vot)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376