Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 26 September 2016 23:24     Dibaca: 822 Pembaca

Ditertibkan Petugas, Anak PUNK lari Kocar-Kacir

Petugas Sat Pol PP Saat melakukan pembinaan kepada Anak Punk (Anak jalanan) yang terjaring dalam razia

Baturaja, Detik Sumsel - Lima anak punk yang sedang santai di tribun taman kota Baturaja mendadak lari kocar-kacir saat petugas Sat Pol PP dan Dinas Sosial memburu mereka, Seorang remaja anak Punk yang sedang disasak rambutnya oleh rekan lainnya, tak mampu kabur. Sementara dua remaja lainnya dengan style rambut mohawk berwarna, lepas dari sergapan petugas yang akan menertibkan mereka.

Tak urung ketiga anak punk, digiring ke mobil dalmas yang disiagakan. Ketiga anak punk yang terjaring merupakan wajah-wajah lama. Petugas juga membawa dua remaja lainnya yang terlihat hampir mirip dengan anak punk dari busana yang dikenakan. Sayangnya, dari delapan remaja yang berprofesi pengamen itu, enam diantaranya mengambil langkah seribu. 

Petugas kemudian bergerak ke perempatan lampu merah desa Air Paoh. Targetnya pos polisi yang biasa dijadikan "base camp" anak jalan itu. Di tempat itu, hanya didapati dua orang atau sepasang anak punk yang sedang sibuk merias rambut. Tak ada upaya untuk kabur ketika petugas mendekatinya. Namun mendadak anak punk wanita melontarkan kata-kata kasar yang ditujukan ke petugas. Terpaksa petugas pun menghardik. " Idak nak difoto-foto nian, wong sinilah aku ni." Katanya dengan nada keras kepada awak media yang meliput.

Selanjutnya di beberapa titik yang biasa dijadikan lokasi kongkow anak punk, petugas tak mendapatinya. Lokasi tersebut kosong. Menurut warga, lokasi itu sudah lama tidak didatangi anak punk. Operasi rutin yang digelar selama dua jam itu, petugas menjaring delapan anak jalanan. Enam anak punk dan dua pengamen yang diduga sering meresahkan masyarakat. " Operasi ini merupakan lanjutan dari kegiatan beberapa waktu lalu" jelas Plt Dinas Sosial, Dedi Junaidi melalui Kasi Pelayanan dan Perlindungan Anak, Keluarga dan Lansia, Jauhari.

Delapan anak jalanan yang diamankan, terdiri dari enam laki-laki dan dua orang perempuan. Dari enam laki-laki tersebut, tiga diantaranya warga pendatang dari kabupaten/kota di luar OKU. Yakni dari Baradatu Lampung dan Palembang. Anak jalanan yang merupakan warga OKU dikembalikan setelah dijemput orang tua." Sementara anak jalanan warga luar OKU, kita antarkan ke daerah asal." Pungkasnya. (fei).

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi