Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 24 Agustus 2017 14:41     Dibaca: 387 Pembaca

Divonis 4,5 tahun, Ikhwanudin Ajukan Banding

Majelis Hakim memvonis terdakwa Ikhwanudin dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan denda Rp200 juta atau 6 bulan kurungan pada persidangan terpisah Di PN Klas 1 A khusus Palembang, Kamis (24/8)

Palembang, Detiksumsel- Usai mengganjar terdakwa kasus dana Hibah dan Bansos Sumsel Laonma dengan pidana Penjara 5 tahun dan denda Rp200 juta, Majelis Hakim kembali memvonis terdakwa lainya yakni Ikhwanudin dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan denda Rp200 juta atau 6 bulan kurungan pada persidangan terpisah Di PN Klas 1 A khusus Palembang, Kamis (24/8).

Terdakwa oleh majelis hakim diketuai Saiman SH MH dianggap terbukti telah melanggar Pasal primaer  pasal 2 ayat (1), UU No 31 Tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2011, tentang perubahan. UU RI No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KHUP, tentang Pemberantasan tindak
pidana korupsi.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan tim JPU dari Kejati Sumsel yang menuntut terdakwa 4 tahun penjara dandenda 50 juta serta uang pengganti.

Atas vonis tersebut terdakwa setelah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya mengaku akan fikir fikir selama 7 hari dan kemungkinan akan mengajukan nota banding. "Saya fikir fikir majelia, kemungkinan saya akan banding," terang terdakwa di muka sidang.

Usai membacakan vonis dan mendengar tanggapan terdakwa Majelis Hakim menyatakan persidangan selesai.

Sementara terdakwa Ikhwanudin mengaku sangat tidak adil atas vonis hakim, menurutnya majelis hakim dalam hal ini tak melihat dan mempertimbangkan fakta di peraidangan. "Jelas saya merasa didzolimi, jelas tidak adil tolong wartawan kawal kasus ini, kami akan banding," Jelasnya.

Diketahui dalam tuntutan Oleh JPU keduanya di tuntut 4 tahun, sidang korupsi dana hibah dan bansos dengan terdakwa mantan Kepala Kesbangpol Linmas Sumsel, Ikhwanudin dan Laonma PL Tobing yang merupakan Kepala BPKAD Sumsel, telah bergulir sejak 13 Maret 2017.

Dua pejabat Sumsel itu didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pencairan dana hibah dan bansos Sumsel tahun 2013 yang merugikan negara sebesar Rp 2,1 triliun. (Vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi