Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 22 Agustus 2017 18:32     Dibaca: 712 Pembaca

Eksepsi Rani Ditolak Hakim

Terdakwa Rani Arvita ‎ (38) saat mengikuti proses persidangan, Selasa (22/8).

Palembang, Detik Sumsel- Sidang lanjutan kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Lingkungan kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Palembang yang menyeret terdakwa Rani Arvita ‎(38) kembali digelar dengan agenda putusan sela di ruang sidang Pengadilan Tipikor Klas IA Palembang, Selasa (22/8).

Dipersidangan terlihat terdakwa Rani sangat tenang dengan mengenakan baju warna putih dan celana panjang berwarna putih serta hijab berwarna merah ini ketika majelis hakim membacakan amar putusan sela yang isinya menyebutkan bahwa eksepsi yang diajukan terdakwa Rani melalui kuasa hukum tidak dapat diterima karena masuk pokok perkara.

"Eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Rani tidak diterima, maka dari kasus ini kita lanjutkan dengan pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi," Ungkap majelis hakim Paluko Hutagalung SH.

Sementara, kuasa hukum terdakwa Rani tetap menerima putusan majelis hakim yang menyebutkan bahwa eksepsi yang diajukan sebelumnya ditolak majelis hakim. "Kita terima apa yang sudah menjadi putusan majelis hakim tadi yang menyebutkan untuk perkara ini berlanjut karena masuk pokok perkara karena bukan rananya eksepsi lagi,"‎ kata Harma Ellen SH MH.

Ketika ditanya tentang eksepsi yang diajukan sebelumnya, kuasa hukum terdakwa Rani menyebutkan akan mengupayakan mengungkap pasal 5 undang-undang tindak pidana korupsi akan dibuktikan di persidangan
nanti.

"Masalah pasal kita buktikan nanti di persidangan ‎tentang pasal 5 UU No 31 tahun 1999 diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi‎ ini kita nantinya dibukti dipersidangan, ke depannya kita akan mempersiapkan pledoi sebaik-baiknya, dari awal kita akan menggali keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dipersidangan nantinya," katanya.

Kasus ini bergulir di meja hijau PN Palembang berawal terdakwa Rani Arvita ‎ diringkus tim saber Pungli Polda Sumsel tanggal 24 Mei silam di Kantor BPN Palembang. Dari tangan terdakwa ini, turut diamankan uang senilai Rp 5 juta dari total keseluruhan Rp 15 juta sebagai jaminan membantu penyelesaian sengketa di PTUN.

Dimana tim saber pungli mendapatkan informasi dari masyarakat yang dimintai sejumlah uang ke salah seorang pengacara berinisial M. Uang tersebut untuk jaminan mebantu penyelesaian konflik tanah seluas 1000 meter persegi di kawasan Taman Kenten yang sedang bergulir di PTUN Palembang. ‎Lalu kemudian terdakwa Rani Arvita ilaporkan oleh korban (Margono-red) didampingi pengacaranya Yustinus Joni, karena diduga melakukan pungli atas kasus sengketa kepemilikan tanah hak milik dengan Maimunah, karena merasa diperas oleh Rani.

Lalu kemudian kasus ini dilaporkan ke tim Saber Pungli Polresta Palembang, dan terdakwa Rani pun terkena OTT di kantornya BPN Palembang dengan kasus tindak pidana korupsi dengan dakwaan pertama dalam pasal pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi atau dakwaan kedua pasal 11 UU No 31 tahun 1999 diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi