Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 04 September 2017 18:31     Dibaca: 189 Pembaca

Ekspor Impor Migas Sumsel Belum Stabil

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, Yos Rudiansyah, Senin (4/9/2017).

Palembang, Detik Sumsel - Perdagangan luar negeri memiliki peranan penting dalam perekonomian dan pembangunan, terutama ekspor yang merupakan salah satu sumber terbesar untuk menambah penerimaan devisa negara, hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, Yos Rudiansyah, pada detiksumsel.com, Senin (4/9/2017).

Hingga Juli 2017, nilai ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) menurun dibanding periode 2016 lalu. "Pada Juni 2017 kemarin 19,23 persen dan bulan Juli menurun menjadi 18,51 persen dari ekspor migas. Jadi, perubahan bulan Juni dan Juli 2017 menurun hingga 3,73 persen," ungkapnya.  

Dijelaskannya, penurunan ekspor di sektor migas tersebut karena volumenya menurun meskipun dari segi harga tetap relatif stabil. 

"Dari segi ekspor migas pada tahun 2016 jumlahnya 8,13 persen, namun pada tahun 2017 menurun menjadi 5,65 persen, akan tetapi dari sektor non migas naik dari 91,87 persen tahun 2016 menjadi 94,35 persen pada tahun 2017 ini," jelasnya. 

Masih dikatakannya, meningkatnya nilai ekspor komoditi non migas dikarenakan meningkatnya nilai ekspor komoditi andalan, seperti karet, kayu, batubara serta kopi. Masing-masing naik sebesar US$ 36,47 juta pada bulan Juli 2017 dari US$ 7,51 juta dibandingkan bulan Juni 2017. 

"Nilai ekspor non migas kita meningkat karena mengirim komoditi andalan, seperti karet dan kayu, namun untuk ekpor migas ke negara tujuan menurun dari periode 2016 ke 2017. Misalnya, ekspor ke Uni Eropa pada Januari-Juli 2017 mencapai US$ 272,56 juta, jika dibandingkan dengan 2016 meningkat sebesar US$,12,42 juta," tutupnya. (Wira)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi