Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 10 Juli 2017 20:52     Dibaca: 186 Pembaca

Empat PNS Ditahan Gelapkan Uang Zakat

Foto Istimewa

Pagaralam,Detik Sumsel - Setelah cujup lama melakukan pengusutan sejak 2014 silam, akhirnya kemarin (10/7), sekitar pukul 11.00 wib empat bendahara satker di lingkungan Pemkot Pagaralam berstatus PNS ditahan. lantaran terbukti dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Pagaralam.

 Mereka, SW (Surimahwati) bendahara di Satuan Pol PP, warga berdomisili di Jalan S Parman ini terindikasi melakukan penggelapan uang zakat pegawai atau Bazda sejak 2005 hingga 2009. LG (Lagiman), bendahara Dinas Pekerjaan Umum, tercatat warga Kampung Purwosari, Kecamatan Pagaralam Utara. LS (Listiana), bendahara di Kantor Camat Pagaralam Utara tercatat warga Sidorejo. Dan Bendahara Dinas Peternakan dan Perikanan bernama MK (Mukamin) berdomisili di Jalan Kopral Kadir, Belakang PU, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara.

Informasi yang dihimpun, penahanan yang dilakukan penyidik tipikor Polres Pagaralam setelah petugas sudah cukup mengumpulkan data keterangan pemeriksaan dan barang bukti. Saat itu, para tersangka setelah memenuhi panggilan penyidik dan melengkapi data pemeriksaan langsung dilakukan penahanan.

 Empat tersangka yang dilakukan penahanan masih mengenakan aeragam PNS dan sebagian anggota keluarga mereka ikut mengiringi para tersangka dari ruang riksa Unit Tipikor menuju sel tahanan yang berada tak berjauhan. 

Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmat Kusnedi melalui Kanit Tipikor Bripka Candra Utama mengatakan, pengusutan kasus Bazda ini dilakukan sejak 2014 lalu, dan baru dilakukan penahanan kepada para tersangka baru hari ini (kekarin, red) dengan alasan statusnya masih PNS dan menunggu hasil  audit dari BPKP yang baru diterima bulan lalu.

"Hasil audit BPKP, secara total empat tersangka merugikan negara dengan nilai sekitar Rp.659 juta," ujarnya.

Sementara, indikasi korupsi uang setoran zakat pegawai dimasing masing satker yang dilakukan para tersangka bervariasi tahun terjadinya penyimpangan Bazda ini. Seperti yang dilakukan tersangka SW, bendahara Sat Pol PP ini terindikasi melakukan penyimpangan dana Bazda mulai 2005 hingga 2009. Tersangka LG, bendahara PU ini terindikasi melakukan penyimpangan setoran zakat pegawai mulai 2004 hingga 2009. Tersangka MK, bendahara Dinas Peternakan dan Perikanan melakukan penyimpangan terhitung, sedangkan LS bendahara di Kantor Camat Pagaralam Selatan ini terindikasi penyimpangan aliran uang zakat pegawai mulai 2004 hingga 2014.

"Dari keterangan sejumlah tersangka, adapun uang hasil penyimpangan uang zakatbdioergunakan untuk kebutuhan sehari hari," katanya.

Sementara diketahui, untuk uang zakat yang disetorkan pegawai sesuai dengan Perwako 2,5 persen dari gaji yang disetor setiap bulannya. Atas perbuatan para tersangka, ditegaskan Chandra mereka terancam dijerat pasal 3 ayat 2 dan pasal 8 UU RI No 31 tahun 1999 jonto UU No 20 tahun 2001 tentangbtindak pidana korupasi dengam ancaman minimal 5 tahun.

"Untuk pemeriksaan lebih lanjut mereka ditahan di mapolres dalam waktu dekat segwra kita limpahkan ke jaksa," pungkasnya. (gud)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376