Situs Berita Detik Sumsel
Situs Berita Detik Sumsel
Diposting oleh : Dodi Chandra     Tanggal : 12 Januari 2018 21:16     Dibaca: 165 Pembaca

FKUB Muratara Datangi Rumah Ibadah Tanpa Izin

Sejumlah anggota FKUB Muratara beserta unsur tripika Rawas Ilir saat mendatangi rumah ibadah yang diduga tidak mengantongi izin, Jumat (12/1/2018). (Istimewa)

Muratara, Detik Sumsel - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muratara mendatangi salah satu tempat ibadah Dusun IV Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara. ‎Kehadiran FKUB ini untuk mengecek tempat ibadah tersebut yang diduga belum mengantongi izin.

“Kami lihat sendiri kebenaran informasi tersebut, bahkan meminta keterangan langsung kepada perwakilan pengurus di sana. Diketahui, kegiatan ibadah sudah berlangsung sejak tahun 2015, tanpa ada izin yang masuk ke kita,” kata Kepala FKUB Kabupaten Muratara, Mohammad Ali.

Selaku lembaga yang ditugaskan untuk menjaga kerukunan umat beragama, tentunya bertugas bertanggung jawab atas seluruh kegiatan peribadatan seluruh agama.

Begitu juga dalam hal pendirian rumah atau tempat ibadah, sebagaimana mekanisme pendirian rumah ibadah, pengurus maupun perusahaan yang ingin mendirikan rumah ibadah yakni diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 tahun 2006 dan No 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama, Pemberdayaan FKUB dan Pendirian Rumah Ibadah.‎

“Adapun persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, yakni susunan pengurus kelembagaan yang masih berlaku, proposal pendirian rumah ibadah, keterangan sah bukti kepemilikan atau status tanah untuk tempat pembangunan rumah ibadah,” jelasnya.

Sementara, Camat Rawas Ilir, Suharto mengatakan, pihaknya selaku pemerintah mengimbau kepada pihak perusahaan untuk mengikuti aturan dalam hal pembangunan tempat ibadah.

“Mengenai pelaksanaan ibadah, silahkan kepada pihak manajemen dan pengurus untuk memenuhi ketentuan yang ada.” pungkasnya. (awa)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi