Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 09 Agustus 2017 06:44     Dibaca: 70 Pembaca

Gara-Gara Rokok, Suib Ditolak Puskesmas

Istimewa

Sampang, Detik Sumsel- Suib (14 th) bocah asal Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura Yang masih duduk di bangku kelas 2 MTs desa setempat, menjadi korban pelayanan Puskesmas Robatal.

Pasalnya, Suib yang digigit ular berbisa ketika berangkat sekolah saat hendak berobat ke Puskesmas yang di maksud, malah ditolak lantaran ada acara seremonial akreditasi Puskesmas Robatal. Sehingga dengan kejadian itu, orang tua Suib kecewa atas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sampang. Yang lebih mengutamakan kegiatan seremonial dibandingkan dengan melayani pasien.

"Mendengar anak saya digigit ular beracun, saya bergegas membawanya ke Puskesmas Robatal, tapi sama petugasnya tidak diperbolehkan masuk karena ada acara di Puskesmas itu, sehingga belum bisa menerima pasien. Tidak tau acara apa disana. Jadi terpaksa saya bawa ke Polindes terdekat karena saya khawatir dengan keselamatan anak saya," ucap Hebi (50 th) orang tua Suib, Selasa (8/8).

Tak hanya itu, Hebi juga kecewa, lantaran anaknya seharunya harus ditanggani oleh pihak Puskesmas namun hanya diobati dengan minimnya fasilitas Polindes. "Saya kecewa karena pelayanan Puskesmas Robatal yang menolak pasien dalam keadaan darurat. Tolong bapak-bapak di pemerintahan segera menindaklanjuti prilaku petugas Puskesmas tersebut," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Robatal, Totok Sudirman membenarkan adanya pasien yang ditempatkan di Polindes terdekat. Akan tetapi pihaknya membantah jika pasien itu ditolak. "Pelayanan kepada pasien tetap berjalan, tapi memang sementara ditempatkan ke Polindes terdekat karena ada survey akreditasi, jadi setelah acara selesai pasien tersebut akan ditarik ke Puskesmas," kilahnya.

Alasan lain ditempatkan di Polindes, kata Totok lantaran keluarga pasien dinilai mokong mengikuti aturan yang berlaku di Puskesmas seperti merokok di areal Puskesmas dan membuang sampah sembaranga. Sehingga menghambat proses survey akreditasi Puskesmas. "Banyak keluarga pasien yang mokong, disuruh jangan merokok tetap merokok. Padahal sekarang masih tahap survey akreditasi Puskesmas yang apabila lolos akreditasi maka nantinya juga bermanfaat untuk masyarakat," pungkasnya.(net)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi