Diposting oleh : Puji     Tanggal : 09 Agustus 2017 21:06     Dibaca: 804 Pembaca

Gelapkan Uang Cicilan Mobil Konsumen, Karyawan Dealer Auto 2000 Diamankan

Tersangka penggelapan uang saat di amankan petugas

Palembang, Detik Sumsel -- Karena merasa pernah menjadi korban penipuan oleh pelanggan nya dengan cek kosong senilai 270 juta, membuat Fidi Harto membalaskan dendam ditempat nya bekerja sebagai karyawan dealer resmi Toyota Palembang Auto 2000 Veteran di Jalan Veteran dengan menggelapkan uang perusahaan yang dia terima dari konsumen untuk mengangsur cicilan kredit mobil.

"Uang yang saya gelapkan dari konsumen itu untuk saya bayarkan ke perusahaan juga karena saya punya hutang sama perusahaan saat saya ditipu mau tidak mau saya harus mengganti uang perusahaan,"kata Fidi saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I, Rabu (9/7/2017).

Fidi dilaporkan pihak perusahaan tempatnya bekerja dengan melakukan tindak penggelapan dalam jabatannya sebagai sales. Dimana, uang setoran hasil pemesanan mobil jenis Innova dari konsumen senilai Rp 100 juta, tapi hanya disetorkan ke kantor senilai Rp 1 juta saja.

"Saat konsumen itu membayar cicilan mobil tapi saya setorkan untuk konsumen yang terlebih dahulu membayar dan begitulah seterusnya,"jelasnya.

Aksi warga Rusun Blok 51, 24 Ilir, Bukit Kecil, ini terungkap karena sudah melakukan kepada empat konsumen lain. Dimana uang pemesanan masing-masing @Rp 100 juta tidak diperuntukkan atas nama korban, tapi atas nama konsumen lainnya. Istilahnya gali lobang tutup lobang, karena pelaku belum mempunyai uang untuk melunasi semua setoran itu.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhoni Palapa mengatakan sejauh ini baru ada satu laporan dari konsumen yang menjadi korbannya. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi, karena pelaku sendiri sudah mengakui sudah melakukan aksinya beberapa kali.

"Uang itu dibayarkan untuk tunggakan sebelumnya," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya pun telah mengamankan barang bukti berupa tanda terima pembelian (sementara), bukti setoran bank dan bukti kuitansi pembayaran mobil.

"Tersangka akan kita jerat dengan asal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan. ancamannya 4 tahun penjara,"pungkasnya.(oj1)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi